IDEA JATIM, MALANG – Sebagai bentuk inovasi baru dalam menguatkan identitas organisasi berbasis budaya, Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Pelatihan Satu Hari Membatik pada Kamis (23/7) di Gedung C9 Fakultas Sastra UM. Kegiatan yang diikuti oleh anggota KORPRI UM dan delegasi tenaga kependidikan dari berbagai fakultas ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi seni budaya, melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia, serta mengembangkan souvenir khas KORPRI UM yang bernilai kreatif. Langkah strategis ini menandai terobosan anyar organisasi kampus tersebut dalam membangun nilai estetika sekaligus mempertegas identitas komunitasnya.
Ketua Pelaksana, Ika Wahyu Widyawati, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan membatik merupakan salah satu program KORPRI UM di bidang kebudayaan yang dirancang secara khusus untuk menghasilkan cendera mata resmi organisasi. “Harapannya, pelatihan ini menjadi awal lahirnya produk khas KORPRI UM dan terus berkembang melalui berbagai teknik maupun inovasi membatik,” ujarnya saat menerangkan tujuan strategis di balik agenda tersebut.
Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, pelatihan ini menghadirkan dosen Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Sastra UM, Elvira Kurnia Ramadhani, S.Pd., M.Pd., sebagai instruktur utama. Sepanjang kegiatan, para peserta dibimbing secara intensif untuk mengenal teknik dasar membatik, mulai dari pengenalan alat dan bahan, teknik penggunaan malam, hingga proses pewarnaan kain yang presisi.
Pendampingan praktis ini tak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat pemahaman mendalam mereka terhadap tahapan pembuatan batik yang baik dan benar.
Sejalan dengan hal itu, Wakil Ketua II KORPRI UM, Aji Bagus Priyambodo, S.Psi., M.Psi., menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan KORPRI UM dalam memfasilitasi serta mengembangkan bakat dan minat anggotanya di bidang seni dan budaya.
Ia mengungkapkan bahwa jika sebelumnya KORPRI UM konsisten menyelenggarakan kegiatan pembinaan seni seperti vokal dan keroncong, kini pelatihan membatik hadir sebagai terobosan baru yang diproyeksikan mampu memperkuat karakter organisasi secara visual.
“Kami berharap pelatihan ini menghasilkan prototipe souvenir khas KORPRI UM yang dapat terus dikembangkan, diproduksi, dan dimanfaatkan sebagai identitas organisasi,” kata Aji Bagus Priyambodo menegaskan harapannya terhadap keberlanjutan hasil karya para peserta.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan dipenuhi antusiasme tinggi dari para tenaga kependidikan yang sigap mengikuti setiap tahapan praktik. Selain melahirkan karya seni rupa, kegiatan ini menjelma menjadi ruang kolaborasi produktif antartenaga kependidikan dalam mengasah kreativitas sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama terhadap pelestarian warisan budaya bangsa.
Melalui penyelenggaraan program ini, KORPRI UM menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pengembangan sumber daya manusia yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi kerja, tetapi juga pada penguatan identitas organisasi lewat karya berbasis budaya.
Ke depan, pelatihan membatik diharapkan dapat menjadi agenda rutin berkelanjutan yang konsisten melahirkan produk-produk khas KORPRI UM, sekaligus memperkuat posisi Universitas Negeri Malang sebagai perguruan tinggi yang aktif melestarikan budaya Indonesia melalui inovasi dan pemberdayaan komunitas.
Langkah ini sekaligus mempertegas kontribusi nyata Universitas Negeri Malang dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Program pelatihan ini secara langsung menyokong SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan keterampilan tenaga kerja, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan sektor ekonomi kreatif, serta SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan melalui upaya aktif dalam menjaga warisan budaya bangsa. (*)



