Mensyukuri 73 Mbah Nun dan Tawashshulan: Sinau Bareng Menghidupkan Semangat Liziyarah Annafs di Lereng Bromo

IDEA JATIM, MALANG – Perjalanan manusia bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi juga tentang bertambahnya kesadaran. Berangkat dari semangat tersebut, komunitas Pancasuman Brang Wetan bersama jejaring Majelis Ilmu Muhammad Ainun Nadjib (Mbah Nun) akan menyelenggarakan “Mensyukuri 73 Mbah Nun dan Tawashshulan”, sebuah forum Sinau Bareng yang memadukan dialog, refleksi, kebudayaan, dan pertunjukan seni sebagai ruang belajar bersama.

Kegiatan yang akan berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, pukul 19.00 WIB hingga selesai di Halaman SD Negeri 02 Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, bukan sekadar peringatan hari lahir Mbah Nun. Perhelatan ini dihadirkan sebagai momentum memperdalam rasa syukur sekaligus menumbuhkan kesadaran melalui perjalanan Liziyarah Annafs—ikhtiar menziarahi diri sendiri.

Melalui tema tersebut, masyarakat diajak berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan untuk menengok ke dalam diri, mengerjakan rasa syukur, merawat kejernihan berpikir, serta menata kembali orientasi hidup. Dalam perjalanan batin itu, peserta diajak merenungkan dua pertanyaan sederhana namun mendasar: “Menjadi apa, bukan siapa. Untuk apa, bukan untuk siapa.”

Menurut panitia, semangat tersebut merupakan ajakan untuk memandang kemuliaan manusia bukan dari identitas, jabatan, maupun gelar yang melekat, melainkan dari manfaat yang mampu dihadirkannya bagi kehidupan bersama. Demikian pula, nilai sebuah perjuangan tidak diukur dari kepada siapa ia dipersembahkan, melainkan dari tujuan luhur serta kemaslahatan yang terus diperjuangkan.

Forum Sinau Bareng akan menghadirkan suasana dialog yang terbuka melalui tausiyah, diskusi, sastra, musik, dan kebudayaan sebagai bagian dari tradisi belajar sepanjang hayat. Ruang ini diharapkan menjadi tempat masyarakat saling berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta mempererat persaudaraan dalam suasana yang rukun, guyub, dan ngopeni ati.

Sejumlah narasumber dijadwalkan hadir dalam kegiatan ini, antara lain Lek Ham (adik Mbah Nun), Mbah Dil (adik Mbah Nun), Mas Prayogi (ProgreS), Cak Majid, serta sejumlah sahabat dan narasumber lainnya.

Suasana Sinau Bareng juga akan dimeriahkan oleh penampilan Kawah Kalimosodo, Let’s Percussion, dan Unyil Tropical Forest, yang menghadirkan ekspresi seni sebagai bagian dari ikhtiar merawat kebudayaan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.

Panitia mengundang masyarakat dari berbagai kalangan untuk hadir dan menjadi bagian dari perjalanan belajar bersama ini. Harapannya, setiap peserta pulang tidak hanya membawa kenangan sebuah acara, tetapi juga membawa bekal kesadaran untuk terus bertumbuh menjadi manusia yang rendah hati dalam bersyukur, jernih dalam berpikir, tulus dalam berkarya, serta bertanggung jawab menghadirkan manfaat bagi sesama. (*)

Berita Terkini

Bikin Bangga! Shasi Kirana Siap Bawa Budaya Kota Batu ke Panggung Nasional

IDEA JATIM, BATU - Kabar membanggakan datang dari Kota...

Dua Hari Hilang, Nenek di Lenteng Sumenep Ditemukan Di Dalam Sumur Sedalam 40 Meter

IDEA JATIM, SUMENEP - Rabu (01/07), tim SAR gabungan...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img