9 Warga Gresik Tertipu Rekrutmen ASN, Rugi hingga Rp150 Juta: BKPSDM Pastikan Semua Jalur Resmi

IDEAJATIM.ID, GRESIK – Harapan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) justru berujung pahit bagi sembilan warga Gresik. Mereka harus menelan kerugian hingga ratusan juta rupiah setelah diduga menjadi korban penipuan bermodus rekrutmen ASN dengan dokumen palsu.

Dokumen tersebut berupa Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Bahkan, para korban juga mengantongi Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT) tertanggal 23 Februari 2024, yang baru mereka terima pada April 2026.
Kepala BKPSDM Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo, mengungkapkan pihaknya langsung memberikan pendampingan kepada para korban, termasuk memfasilitasi pelaporan ke aparat penegak hukum pada Kamis (9/4/2026) kemarin.
“Seluruh proses pendaftaran dan seleksi ASN dilakukan secara resmi melalui portal SSCASN milik BKN. Di luar mekanisme tersebut dapat dipastikan tidak resmi,” tegas Agung.

Dari hasil verifikasi awal, ditemukan berbagai kejanggalan dalam dokumen yang dibawa korban. Mulai dari alur administrasi yang tidak sesuai, format dokumen yang tidak lazim, hingga mekanisme penempatan yang tidak jelas. Dalam dokumen tersebut, korban bahkan disebut ditempatkan di sejumlah perangkat daerah seperti bagian humas, organisasi dan tata laksana, hingga Dinas Sosial.
Ironisnya, para korban telah menyetorkan uang kepada oknum pelaku dengan nominal bervariasi antara Rp70 juta hingga Rp150 juta. Iming-iming kelulusan instan tanpa tes menjadi daya tarik utama yang akhirnya menjerumuskan mereka.
Agung juga menegaskan bahwa pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Gresik tidak membuka rekrutmen CPNS. Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap segala bentuk penawaran yang mengatasnamakan instansi pemerintah.
“Jangan mudah percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan ASN di luar prosedur resmi. Kami juga menyediakan kanal resmi untuk mengecek keabsahan NIP,” tambahnya.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta selalu memverifikasi informasi kepegawaian melalui kanal resmi BKPSDM. Kasus ini menjadi pengingat bahwa jalan pintas menuju ASN kerap berujung penipuan. (*)

Berita Terkini

Cetak Generasi Qur’ani Berprestasi, UKM ASC UM Gelar Evaluasi Syarhil dan Sari Tilawah

IDEA JATIM, ​MALANG – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Al-Qur'an...

Lawan Risiko Keracunan Makan Gratis, Mahasiswa UMM Ciptakan NutriTrack dan Taklukkan Panggung Internasional

IDEA JATIM, ​MALANG – Di tengah polemik kendala distribusi...

Mahasiswa Malaysia Selami Tradisi Kopi Banyuwangi: Belajar Filosofi Farm to Cup bersama Biologi UB

IDEA JATIM, ​BANYUWANGI – Harum aroma kopi dan hangatnya...
spot_img
Berita Terkait