IDEAJATIM.ID, MOJOKERTO – Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto kian serius memberi perhatian pada dunia sepakbola. Terbaru, pondok pesantren ini resmi melaunching Pesantren Sepakbola eLKISI pada Minggu (10/05/2026).
Peresmian ini kian istimewa sebab dihadiri langsung oleh eks pelatih Timnas Indonesia Coach Indra Sjafri, mantan pemain dan pelatih profesional Joko Susilo, hingga legenda Timnas Indonesia Evan Dimas. Tidak hanya itu, pesantren sepakbola ini mengusung jargon Dari Lapangan Menuju Peradaban.
Pengasuh Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto Dr KH Fathur Rohman saat menyampaikan sambutan mengatakan bahwa alasan paling utama dari launching pesanten sepakbola ini adalah visi ke depan terkait penggabungan 2 dimensi yakni agama dan olahraga.
Kiai Fathur, sapaan Dr KH Fathur Rohman, melanjutkan, dakwah keagamaan tidak hanya bisa dilakukan melalui mimbar dakwah saja. Dakwah melalui perbuatan juga tidak kalah penting, seperti implementasi nilai-nilai sportivitas dalam olahraga sepakbola.
“​Tujuan dari launching ini adalah untuk mencetak atlet yang tidak hanya mahir secara fisik dan taktik di lapangan, tetapi juga memiliki karakter religius, akhlakul karimah, dan disiplin ibadah yang kuat.
​Diharapkan pula santri bisa menjadi pemain profesional yang tetap menjaga identitasnya sebagai Muslim yang taat,” terang Kiai Fathur.
​S​ementara itu, Coach Indra Sjafri saat memberikan arahan dan motivasi turut menyampaikan apresiasi atas pengembangan bakat sepakbola di lingkungan pesantren ini. Ia turut mendukung adanya konsep pesantren sepakbola karena pemain bola memiliki masa profesi yang terbatas.
“Pendidikan agama dan akademik di pesantren bisa menjadi bekal seumur hidup bagi para santri. Saya juga mengapresiasi keberanian eLKISI Mojokerto yang telah membuka program ini dan saya berharap akan muncul bibit-bibit baru untuk Timnas Indonesia dari kalangan santri.
Coach Indra Sjafri juga menekankan bahwa bakat saja tidak cukup. “Di sepakbola modern, kedisiplinan dan mentalitas adalah kunci, dan pesantren adalah tempat yang sangat baik untuk membentuk itu,” tandasnya. (hnf)




