IDEAJATIM.ID, MALANG – Program PLN Nusantara Power (NP) Class terus diperkuat sebagai upaya membangun sinergi antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri ketenagalistrikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Evaluasi Program PLN NP Class yang digelar di Fave Hotel Tlogomas, Kota Malang, Selasa-Rabu (12-13/5).
Puluhan sekolah mitra dari berbagai SMK di Jawa Timur hadir dalam kegiatan tersebut. Evaluasi ini menjadi langkah strategis untuk mengukur efektivitas program sekaligus menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri pembangkitan listrik yang terus berkembang.
Vice President Corporate Communication & CSR PT PLN Nusantara Power, Harry Purnomo, mengatakan evaluasi program menjadi bagian penting agar implementasi PLN NP Class berjalan semakin optimal dan tepat sasaran. Program yang sebelumnya dikenal dengan nama PJB Class ini dinilai berhasil memperkuat hubungan dunia pendidikan dengan sektor industri.
“Melalui evaluasi ini kami berharap muncul banyak masukan dan inovasi baru agar program semakin efektif. Penyelarasan kurikulum juga penting supaya kompetensi yang dipelajari siswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri, khususnya sektor kelistrikan,” ujarnya.
Sejumlah SMK unggulan di Jawa Timur turut mengikuti evaluasi ini, di antaranya SMK PGRI 3 Malang, SMKN 1 Bangil, SMKN 1 Jenangan Ponorogo, SMK PGRI 1 Gresik, SMKN 2 Probolinggo, SMK Brantas Karangkates, SMK Dwija Bhakti Jombang, SMKN 1 Wonoasri Madiun, SMKN 1 Gending, SMKN 3 Boyolangu, hingga SMKN 2 Kraksaan.
Koordinator PLN NP Class dari SMK PGRI 3 Malang, Dr. M. Lukman Hakim, ST., MM., menyambut positif kolaborasi antara sekolah vokasi dengan PLN Nusantara Power. Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk nyata dukungan industri dalam meningkatkan kualitas lulusan SMK agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Lukman yang juga Kepala SMK PGRI 3 Malang menjelaskan, PLN NP Class tidak hanya membekali siswa dengan kemampuan teknis atau hard skill, tetapi juga kemampuan kerja, disiplin, dan karakter profesional yang dibutuhkan industri modern.
“Harapannya, lulusan program ini mampu menjadi SDM unggul yang siap bersaing dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja di subholding pembangkitan PT PLN Persero maupun industri lainnya,” tandasnya. (*)





