IDEA JATIM, MALANG – Pemerintah Kota Malang menegaskan bahwa program beasiswa pendidikan bukan hanya instrumen bantuan finansial semata, melainkan sebuah strategi besar untuk memutus rantai kemiskinan dan mengangkat harkat martabat bangsa. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkot Malang, Achmad Sholeh, S.IP., MM, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI), Kamis (7/5).
Achmad Sholeh menekankan urgensi dari pertemuan ini sebagai ikhtiar untuk memastikan bahwa mimpi anak-anak cerdas di Kota Malang tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan ekonomi. “Di sudut-sudut kota ini, masih ada mimpi yang tertahan. Anak-anak kita punya kemampuan, namun kesempatan mereka sempit. Beasiswa ini adalah jembatan yang menghubungkan keterbatasan itu dengan masa depan,” ujarnya di hadapan para akademisi dan tamu undangan.
FGD ini bertujuan untuk merumuskan formulasi kebijakan beasiswa yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Soleh menyampaikan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan: Pemerintah dan Lembaga Terkait, Dunia Usaha, Pihak Kampus (Akademisi) dan Masyarakat Luas.
”Kita ingin beasiswa ini tidak hanya sekadar ada secara administratif, tetapi benar-benar tepat sasaran dan berdampak jangka panjang bagi keluarga prasejahtera,” tambahnya.
Dalam sambutannya yang dibumbui dengan pantun khas Malangan, Soleh mengingatkan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan dalam program beasiswa adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan bagi masa depan generasi muda. Menurutnya, investasi pada satu anak melalui pendidikan bermartabat akan memberikan efek domino yang luar biasa.
”Ketika satu anak berhasil menempuh pendidikan, bukan hanya dirinya yang terangkat, melainkan satu keluarga, satu generasi, bahkan satu bangsa ikut dimuliakan,” pungkasnya menutup sambutan tersebut.
Melalui FGD ini, Pemkot Malang berharap lahir langkah-langkah nyata yang segera dieksekusi agar sinergi antara dunia pendidikan dan kebijakan pemerintah dapat berjalan beriringan demi mewujudkan Malang yang lebih berkelas. (*)




