IDEA JATIM, MALANG – Hebat. Luar biasa.
Saya harus angkat topi untuk MAN 2 Kota Malang. Rabu kemarin, Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) penuh sesak. Ada prosesi khidmat di sana: Wisuda Angkatan ke-34.
Ratusan anak muda berpakaian rapi, wajahnya sumringah.
Temanya puitis, tapi menancap dalam: “Berakar pada Nilai, Tumbuh untuk Dunia.”
Ini bukan sekadar jargon di kain rentang. Bukan lipstik pemanis acara.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., tahu betul cara menerjemahkannya.
”Berakar pada nilai artinya anak-anakku telah memiliki karakter keislaman yang kokoh. Itu akarnya. Baru setelah itu mereka tumbuh untuk dunia,” katanya. Kalimatnya mantap. Khas seorang pendidik yang tahu arah jalan.
Ada 481 wisudawan tahun ajaran 2025/2026 ini. Dan modal mereka bukan hanya ijazah kertas. Modal mereka adalah mental juara.
Anda sudah tahu: MAN 2 Kota Malang ini langganan juara. Tapi, lihatlah angka-angka ini. Bikin geleng-geleng kepala. Sejak Juli 2023 sampai hari kelulusan kemarin, total prestasi yang dikumpulkan mencapai 2.791 prestasi!
Dua ribu tujuh ratus sembilan puluh satu. Itu sekolah atau pabrik piala?
Bahkan, sepanjang 2025 hingga awal 2026 saja, 174 prestasi internasional berhasil diboyong ke Malang. Di level nasional? Mereka ini Juara Umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) dua tahun berturut-turut. Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2024. Juara Umum Olimpiade Bahasa Arab (OBA) 2025.
Lengkap. Sains disikat, bahasa Arab disapu bersih.
Lebih hebat lagi, madrasah ini tidak cuma jago di atas kertas ujian. Manajemennya bersih. Mereka sudah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahun 2024. Sekarang? Sedang membidik predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Ini yang mahal. Prestasi akademik tinggi, integritas lembaga juga tinggi.
Maka jangan heran kalau sebelum wisuda digelar, masa depan anak-anak ini sudah terang benderang. Sebanyak 130 wisudawan sudah mengantongi tiket kuliah di kampus favorit dan luar negeri.
Mari kita bedah datanya:
Jalur SNBP: 81 siswa.
Jalur IUP (International Undergraduate Program): 15 siswa.
Jalur Golden Ticket: 7 siswa.
SPAN-PTKIN: 3 siswa.
Kampus Luar Negeri & Kedinasan: 26 siswa.
Jalur Lainnya: 6 siswa.
Lalu bagaimana dengan sisanya? Mereka tidak kalah kelas. Ratusan siswa lainnya sedang bertempur di jalur UTBK-SNBT. Pengumumannya tanggal 25 Mei nanti. Kita doakan mereka menyusul sukses teman-temannya.
Acara kemarin juga dihadiri tokoh penting. Ada perwakilan dari Kementerian Agama Pusat. Ada juga Kepala Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta yang hadir sebagai perwakilan wali murid.
Kepala Kantor Kemenag Kota Malang, Dr. H. Achmad Shampton, S.HI., M.Ag., ikut memberikan wejangan yang adem. Pesannya jelas: jangan lupakan guru. Tetap belajar.
Bagi yang belum dapat jalur undangan atau belum berprestasi saat ini, Gus Shampton punya resep mujarab. “Jangan pesimis. Berpikirlah positif. Jangan kecil hati. Allah akan memberikan yang terbaik di waktu yang lain. Raih cita-cita dengan ikhtiar terbaik,” pungkasnya.
Saya sepakat.
Madrasah zaman sekarang sudah jauh berubah. Mereka tidak lagi gagap menghadapi globalisasi. Akarnya tetap di bumi, tertanam kuat pada nilai-nilai agama. Tapi daun dan buahnya? Sudah menjangkau langit dunia.
Selamat untuk MAN 2 Kota Malang!





