1.512 Wisudawan ITSK Soepraoen Siap Taklukkan Era AI dan Transformasi Digital

IDEA JATIM, ​MALANG – Persaingan dunia kerja di era digital menuntut talenta muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap teknologi. Menjawab tantangan tersebut, Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen Kesdam V/Brawijaya Malang sukses mengukuhkan 1.512 lulusan kompetitif dan berintegritas tinggi dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar secara hybrid di Hall Hotel Grand Mercure, Malang, Sabtu (30/5).
​Ribuan wisudawan yang dikukuhkan kali ini terdiri dari Program Vokasi, Sarjana, serta Pelantikan Profesi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

​Dalam laporan akademiknya, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik ITSK RS dr. Soepraoen, Dr. Ardhiles Wahyu Kurniawan, S.Kep., M.Kep., merinci bahwa dari total 1.512 peserta, sebanyak 929 orang merupakan peserta wisuda dan 583 orang adalah peserta pelantikan profesi yang telah dinyatakan lulus uji kompetensi nasional. Pelaksanaan wisuda kali ini didasarkan pada tujuh Surat Keputusan (SK) Rektor yang mencakup berbagai program studi strategis, mulai dari Profesi Fisioterapi, S1 Keperawatan, S1 Informatika, S1 Fisioterapi, S1 Farmasi Klinis dan Komunitas, Profesi Ners, hingga Profesi Bidan.

​​Di hadapan para wisudawan, Dr. Ardhiles mengingatkan bahwa dunia kerja nyata menuntut lebih dari sekadar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Ia meminta lulusan untuk tidak berkecil hati dan terus mengasah kemampuan interpersonal (soft skills) mereka.
​”Ketika memasuki dunia profesional, perusahaan dan masyarakat melihat soft skills sebagai komponen keberhasilan yang sangat penting. Mulai dari tanggung jawab, integritas, kemampuan beradaptasi, kolaborasi tim, hingga komunikasi yang baik,” tegas Ardhiles.

ITSK Soepraoen

​Suasana khidmat memuncak saat prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah profesi bagi lulusan Ners, Bidan, dan Fisioterapi. Dipandu oleh organisasi profesi masing-masing yaitu PPNI, IBI, dan IFI, serta didampingi oleh para rohaniwan, prosesi ini menjadi simbol kesiapan penuh mereka untuk terjun mengabdi di dunia kesehatan.

​Rektor ITSK RS dr. Soepraoen, Brigjen TNI (Purn.) Dr. dr. Sutrisno, S.H., M.A.R.S., M.H.Kes., FISQua, memaparkan visi besar institusi untuk mencetak lulusan yang “berdampak” dan cepat terserap oleh industri. Kriteria dan kompetensi yang diberikan pun telah disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja saat ini.
​Untuk menjamin kualitas tersebut, ITSK kini memperkuat sektor kurikulum melalui implementasi Outcome Based Education (OBE). Rektor menjelaskan bahwa dengan sistem pendidikan berbasis luaran (output) ini, seluruh proses pembelajaran sengaja dirancang agar selalu sejalan dan adaptif terhadap dinamika kebutuhan dunia kerja yang terus bergerak.

​Apresiasi tinggi juga datang dari para petinggi yang hadir, termasuk Kepala LLDIKTI Wilayah VII Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., dan Ketua Pengurus Yayasan Wahana Bhakti Karya Husada Brigjen TNI (Purn.) Dr. Bidik Catur Prasetya, M.M.

ITSK Soepraoen

​Secara khusus, Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Kapuskesad), Mayjen TNI Dr. Gunawan Rusuldi, Sp.OG., Subsp. Onk., MARS, CGCAE, memberikan pesan mendalam mengenai disrupsi teknologi di sektor kesehatan. Ia menyoroti pesatnya perkembangan zaman yang dipicu oleh transformasi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), serta sistem informasi kesehatan yang kian kompleks.

​”Tantangan ini menuntut lulusan untuk tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, dan terus belajar sepanjang hayat (lifelong learning),” tutur Mayjen TNI Gunawan.

​Ia berharap ITSK RS dr. Soepraoen bisa terus konsisten menjadi pusat inovasi yang berkontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan nasional. Lulusannya pun diharapkan tumbuh menjadi insan yang unggul, profesional, humanis, dan responsif. ​”Dunia akan terus berubah. Hanya mereka yang memiliki semangat belajar, berinovasi, dan menjaga integritas yang mampu bertahan. Bawalah nama baik almamater, junjung tinggi etika profesi, dan hadirkan pelayanan yang memberikan manfaat nyata,” pungkasnya.

​Acara ditutup dengan penuh haru saat pihak Yayasan menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para dosen, serta penghormatan setinggi-tingginya kepada orang tua wisudawan atas segala doa dan pengorbanan selama masa perkuliahan. (*)

Berita Terkini

Rupiah Loyo, Investasi Emas Digital Lewat BRImo Justru Makin Naik Daun

IDEA JATIM, MALANG - Gejolak ekonomi global yang memicu...

Gus Irfan Turun Langsung Kawal Puncak Armuzna: Pelayanan Konsumsi dan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia Dinilai Optimal

MAKKAH, IDEAJATIM.ID— Demi memastikan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran ibadah...
spot_img
Berita Terkait