IDEA JATIM, MALANG – Sebuah inovasi berdampak besar sering kali lahir dari tempat yang tak terduga, termasuk dari ruang kelas perguruan tinggi. Hal inilah yang dibuktikan oleh tiga mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM). Berawal dari kewajiban menyelesaikan tugas akhir mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK), mereka justru sukses memborong dua penghargaan tingkat nasional sekaligus dalam ajang PLAY IT! 2026 yang digelar di Politeknik Negeri Malang pada pertengahan Juni lalu.
Tim yang beranggotakan Ferdiansyah Dwana Putra Santoso, Muhammad Farel Alfathir, dan Qurrotul A’ini tersebut berhasil membawa pulang gelar Juara III Hackathon UI/UX Design dan Juara I Best Presentation. Pencapaian ini terbilang luar biasa mengingat mereka harus bertanding ketat selama 24 jam penuh melawan kontestan dari berbagai kampus ternama di Indonesia, seperti Universitas Brawijaya, Universitas Jember, hingga Politeknik Negeri Jakarta.
Kemenangan ini kian menarik lantaran tak satu pun dari anggota tim yang memiliki latar belakang khusus di bidang desain antarmuka (UI/UX). Berbekal pengalaman mengikuti hackathon berbasis pemrograman, mereka memberanikan diri melangkah keluar dari zona nyaman.
”Komposisi tim kami memang belum ada yang benar-benar ahli di bidang UI/UX. Berkat bimbingan dosen kami, Dr. Shofiyah Al Idrus, M.Pd., kami mampu menyesuaikan kemampuan, terus belajar, dan akhirnya bisa bersaing dengan para finalis di tingkat nasional,” ungkap Ferdiansyah, mahasiswa S1 Teknik Informatika UM.
Guna menjawab tantangan kompetisi, tim UM menggagas inovasi bernama Panenin. Platform digital berbasis seluler ini mengusung konsep farm to kitchen yang dirancang khusus untuk memotong panjangnya rantai distribusi pangan—sebuah persoalan klasik yang selama ini kerap merugikan petani maupun pelaku UMKM.
Fenomena disparitas harga menjadi alasan utama hadirnya Panenin. Petani sering terpaksa menjual hasil panen dengan harga sangat murah kepada tengkulak, sementara pembeli akhir harus membayar jauh lebih mahal. Panenin hadir sebagai jembatan yang mempertemukan petani dan pembeli secara langsung demi menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih adil dan transparan.
Melalui aplikasi ini, alur transaksi dibuat sangat mudah. Petani cukup memotret hasil panen, menentukan harga, dan mengunggahnya ke marketplace. Di sisi lain, pelaku UMKM atau konsumen umum dapat langsung menawar dan membeli produk dari petani terdekat. Selain fitur jual-beli kilat (one tap sell), aplikasi ini juga dilengkapi fitur obrolan langsung, sistem kontrak tanam berkelanjutan, perbandingan harga antarpetani, hingga rekomendasi produk berbasis lokasi.
Kombinasi antara gagasan yang solutif dan penyampaian presentasi yang memikat berhasil mencuri perhatian dewan juri. Tak hanya menawarkan kemudahan teknologi, inovasi Panenin juga terbukti mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam memperkuat sistem pangan, meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal, dan mendorong konsumsi yang berkelanjutan.
Keberhasilan tim mahasiswa UM ini menjadi bukti nyata bahwa kurikulum akademik yang dipadukan dengan semangat belajar tinggi serta bimbingan yang tepat mampu melahirkan solusi digital yang nyata dan berdampak luas bagi masyarakat.




