MALANG, IDEAJATIM.ID – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) memperingati Hari Anak Nasional 2026 dengan menggelar aksi konservasi lingkungan di Pantai Bajulmati, Kabupaten Malang saat akhir pekan kemarin.
Bekerja sama dengan Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC), UNIKAMA mengajak siswa SDN 2 Tambakasri melepasliarkan 100 tukik penyu lekang (Lepidochelys olivacea) serta menanam mangrove sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen UNIKAMA dalam mewujudkan kampus yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan sekaligus menanamkan kepedulian terhadap alam sejak usia dini.
Sebelum melakukan pelepasliaran tukik dan penanaman mangrove, para siswa mengikuti Kelas Alam yang dipandu tim BSTC. Dalam sesi tersebut, peserta dikenalkan pada ekosistem pesisir, pentingnya keberadaan mangrove, hingga siklus hidup penyu yang menjadi salah satu satwa dilindungi.
Rektor UNIKAMA, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, mengatakan, pelestarian lingkungan tidak cukup dilakukan melalui teori di ruang kelas, tetapi juga harus diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Tukik yang kita lepas hari ini kita harapkan dapat tumbuh sehat dan memberikan manfaat bagi keseimbangan ekosistem laut. Dengan melibatkan anak-anak sejak dini, kami ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan. Ini merupakan langkah nyata UNIKAMA dalam mewujudkan green campus sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir,” ujar Prof. Sudi. Sabtu, (25/7/2026).
Menurutnya, pemilihan Pantai Bajulmati bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut merupakan habitat alami penyu sekaligus memiliki ekosistem mangrove yang berperan penting menjaga keseimbangan lingkungan pesisir.
Dalam kegiatan itu, peserta juga menanam mangrove jenis pandan laut yang berfungsi menahan abrasi sekaligus menciptakan kawasan yang mendukung penyu untuk mendarat dan bertelur. Sinergi antara pelepasliaran tukik dan penanaman mangrove dinilai menjadi langkah konservasi yang saling melengkapi.
Prof. Sudi berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Ke depan, program konservasi akan diperluas dengan melibatkan peserta didik jenjang SMP hingga SMA agar semakin banyak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Melalui kolaborasi berkelanjutan bersama BSTC, kami ingin menghadirkan gerakan konservasi yang memberikan dampak nyata bagi pelestarian pesisir sekaligus membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi penerus,” pungkas Prof. Sudi. (*)




