Dedikasi Tanpa Batas: Muchlis Arif Hidupkan Sukahati Art Space dan Bersiap Gelar Pameran Besar

IDEA JATIM, BATU – “Jatuh Cinta, Totalitas Sebuah Pengabdian.” Prinsip mendalam inilah yang menjadi motor penggerak bagi Muchlis Arif, seorang maestro seni keramik terkemuka di Indonesia. Pemilik Matahati Ceramic asal Kota Batu ini kembali menorehkan jejak penting dalam kancah seni rupa nasional melalui serangkaian agenda besar yang memadukan pameran seni, edukasi, dan ruang kreativitas baru.

Melalui program apresiasi yang diusulkan oleh sebuah yayasan kepada kementerian terkait, Muchlis Arif terpilih untuk menyelenggarakan pameran tunggal berskala besar serta peluncuran buku. Acara yang akan menjadi puncak pencapaiannya tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24 Agustus 2026 mendatang.

Sebagai pemanasan menuju acara puncak bertajuk “Arsip Karya dan Pikiran Maestro” tersebut, Arif menggelar rangkaian kegiatan edukatif serta pameran antara yang dipusatkan di Sukahati Art Space, Kota Batu, mulai tanggal 8 hingga 23 Mei 2026.

Sukahati Art

Sukahati Art Space merupakan ruang kreatif baru yang sengaja dihidupkan kembali oleh Arif. Jika selama ini Matahati Ceramic lebih berfokus secara spesifik pada seni keramik, maka Sukahati hadir dengan jangkauan yang jauh lebih luas dan universal. Saat ditemui pada Minggu (17/5) pagi, Muchlis Arif menjelaskan visi di balik ruang kreatif baru ini kepada media.

“Sebenarnya kegiatan ini dulu sudah pernah kita lakukan semua, cuma sekarang kita hidupkan lagi. Melalui Sukahati Art Space, ruangnya menjadi lebih luas; tidak hanya keramik, tetapi juga mencakup seni lukis (painting), seni logam, seni kertas, seni tekstil, seni grafis, dan cabang seni lainnya,” ungkap Arif.

Sukahati Art

Bagi pria yang karya-karyanya telah menghuni Museum Keramik Nasional di Bali ini, gelar ‘maestro’ bukan sekadar status atau pengakuan atas estetika karyanya. Predikat tersebut membawa tanggung jawab moral yang besar. Arif meyakini bahwa seni keramik tidak boleh berhenti sebagai komoditas komersial atau pajangan estetis semata, melainkan harus memberikan dampak nyata dan manfaat bagi masyarakat luas.

“Intinya, saya dengan lempung (tanah liat) mengabdi untuk apa saja, siapa saja, dan di mana saja. Bisa untuk benda produk kriya, desain, seni, hingga jasa berupa pelatihan kreativitas,” tambahnya.

Manifestasi nyata dari filosofi pengabdian Arif dibuktikan melalui program Creativity Training “Guru Kreatif” (Low Impact dan High Impact) yang digelar awal Mei lalu. Dengan media tanah liat dan stimulasi motivasi, Arif mendampingi para pendidik dan siswa dari sekolah-sekolah terpilih untuk memecahkan berbagai masalah institusional melalui kacamata kreativitas.

Menurutnya, simulasi berpikir kreatif seperti ini sangat krusial. Tidak hanya bagi dunia pendidikan, tetapi juga untuk sektor korporasi, komunitas, maupun institusi yang sering menghadapi jalan buntu dalam strategi pemasaran serta pengembangan produk.

Sukahati Art

Di balik optimisme dan persiapan besar ini, ada momen emosional yang sempat membuat sang maestro meneteskan air mata. Peristiwa itu terjadi ketika ia melihat kembali glindingan alat pengangkut tanah liat kuno yang ia gunakan di masa-masa awal merintis studio keramiknya.

“Tadi pagi saya sempat menangis melihat glindingan itu. Saya teringat dulu bersama kembaran saya, Pak Roo (pemilik Kaliwatu), berdua menurunkan tanah liat satu truk penuh dan mengangkutnya masuk ke dalam gang sempit, karena studio awalnya berada di sana. Kami tidak pernah berpikir ini bisnis, kami hanya ingin menyenangkan dan bermanfaat bagi orang lain,” kenang Arif dengan mata berkaca-kaca.

Sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban publik dan ruang eksplorasi bersama masyarakat, berikut adalah rangkaian agenda yang telah dan sedang berlangsung 8 Mei 2026: Creativity Training “Guru Kreatif” (Low Impact) bersama sekolah terpilih di Sukahati Art Space.

Kemudian 11 Mei 2026 Creativity Training “Guru Kreatif” (High Impact) bersama sekolah terpilih di Sukahati Art Space. 16 Mei 2026:Pukul 13.00 – 16.30 WIB, Pottery Class “Dalam Sentuhan”.
Pukul 15.00 WIB, Opening Ceremonial SEJIWA Ceramics Art Exhibition sekaligus Launching SUKAHATI Art Space di Kali Watu. 17 – 23 Mei 2026 (Pukul 10.00 – 19.00 WIB) Pameran SEJIWA dibuka secara resmi untuk umum setiap hari.

Seluruh rangkaian kegiatan di bulan Mei ini menjadi jembatan penting menuju pameran utama pada 24 Agustus 2026. Pada momen puncak tersebut, Muchlis Arif akan mengatalogkan dan memamerkan rekam jejak eksplorasi seninya sejak era 1990-an hingga karya instalasi dan fungsional terbarunya. Pameran ini diharapkan menjadi bukti nyata bagaimana ketekunan, tanah liat, dan cinta mampu melebur menjadi sebuah pengabdian yang abadi. (*)

Berita Terkini

Laris Manis! Stan Kota Batu di APEKSI Bali Diborong Pengunjung, Batik Khas hingga Olahan Buah Jadi Primadona

IDEA JATIM, DENPASAR – Kehadiran Pemerintah Kota Batu dalam...

Junjung Tinggi Kearifan Lokal, Lulusan Unikama Siap Kerja dan Berintegritas

IDEA JATIM, ​MALANG – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama)...

Haflatut Takrim Angkatan II MAN 2 Kota Malang: Mengukuhkan 84 Penjaga Al-Qur’an Berwawasan Teknologi

IDEA JATIM, ​MALANG – Suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti...
spot_img
Berita Terkait