Modal Karakter, Bonus Kerja, Lulusan SMANAS Raih Sukses

IDEA JATIM, MALANG – ​Rabu hari ini aula Kampus 1 ITN Malang bergemuruh. Ada haru. Ada bangga. Sebanyak 144 siswa SMA Nasional (SMANAS) Malang resmi dilepas.

​Mereka bukan sekadar lulus. Mereka ini angkatan istimewa. Angkatan yang sejak kelas 10 sudah “tempur”. Baik di lapangan olahraga maupun di dalam kelas.

​Soni Syarifuddin, S.Pd, Kepala SMANAS, tampak semringah. Wajahnya cerah. Saat saya tanya apa rahasianya, jawabannya singkat tapi dalam: Karakter.

​”Kepintaran itu bisa dikejar. Tapi karakter? Itu fondasi,” kata Soni.
​Logika Soni sederhana tapi telak. Di angkatan ini, catatan pelanggaran siswa sangat minim. Kedisiplinan tinggi. Itulah modal utama untuk bertarung di dunia nyata.

​Hasilnya? Nyata sekali.

​Lihatlah urusan akademik. Strategi Soni tidak main-main. Sejak kelas 11, siswa sudah dikelompokkan. Ada klaster Math Science, Teknik, Soshum, hingga Ekonomi & Bisnis. Hasilnya manjur.

​Tahun ini, gerbong SMANAS kembali menembus kampus-kampus unggul. Ada yang ke ITS Surabaya. Ada yang ke Unair. Dan, tentu saja, Universitas Brawijaya (UB) sudah jadi langganan rutin setiap tahun.

​Defrina Salsa Wibowo salah satunya. Dia tersenyum lebar. Kursi S1 Sastra Inggris UB sudah di tangannya lewat jalur SNBP. Tanpa tes. Itu buah dari konsistensi. Dukungan guru dan lingkungan sekolah yang “waras” membuatnya betah belajar.

​Tapi, ada yang lebih mengejutkan saya. Ini soal program Double Track. Vokasi.
​Biasanya, orang takut masuk SMA karena dianggap hanya bisa lanjut kuliah. Kalau tidak punya biaya kuliah, tamatlah riwayatnya. Menganggur.

​Di SMANAS, ketakutan itu dikubur dalam-dalam. Ada empat jurus sakti: Seni Kuliner, Administrasi Perkantoran, Tata Rias & Modeling, serta DKV. Siswa dibekali sertifikat kompetensi.

​Dampaknya dahsyat. Belum juga ijazah di tangan, hampir 50 siswa—alias separuh dari angkatan ini—sudah dipinang dunia kerja. Mereka sudah “laku” sebelum resmi jadi alumni.

​”Kami ingin mereka tidak ada yang menganggur. Mau kuliah oke, mau kerja punya skill, mau usaha punya mental,” tegas Soni.

​Bagi yang belum beruntung di jalur undangan, Soni tetap membesarkan hati mereka. Masih ada SNBT 25 Juni nanti. Masih ada jalur Mandiri.

​Bahkan, ada “karpet merah”. Karena SMANAS di bawah naungan P2PUTN, lulusannya bisa langsung loncat ke ITN Malang. Beasiswanya pun melimpah.
Dari KIP-Kuliah sampai beasiswa khusus anak guru, TNI, dan Polri.

​Maka, tasyakuran hari ini bukan sekadar seremoni potong tumpeng atau foto-foto pakai toga. Ini adalah bukti bahwa sekolah swasta bisa sangat progresif.

​SMANAS sudah menunjukkan jalannya: Didik karakternya, asah otaknya, beri keterampilannya.

​Kalau sudah begitu, lulusan SMA tidak perlu lagi pusing mencari kerja. Justru pekerjaan yang mencari mereka.
​Itulah pendidikan yang memerdekakan.

Merdeka dari rasa takut akan masa depan. Selamat untuk SMANAS!

Berita Terkini

Lulusan SMA Nasional Malang Tembus PTN Favorit dan 50 Persen Langsung Kerja

IDEA JATIM, ​MALANG – SMA Nasional Malang (SMANAS) kembali...

Drama hingga Teater Modern Warnai Kemegahan Alma Fest 2026 MA Almaarif Singosari

IDEAJATIM.ID, MALANG – Gedung Auditorium Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari...

Memperingati Hari Hemat Air Sedunia, UB Gelar Kuliah Tamu Internasional

IDEA JATIM, ​MALANG – Dalam rangka memperingati Hari Hemat...
spot_img
Berita Terkait