IDEA JATIM, MALANG – SMA Nasional Malang (SMANAS) kembali membuktikan kualitasnya sebagai pencetak generasi unggul. Sebanyak 144 siswa angkatan 2026 resmi dilepas dalam prosesi purnawiyata yang digelar di Aula Kampus 1 ITN Malang, Rabu (13/5). Kelulusan tahun ini terasa sangat spesial karena mengombinasikan prestasi akademik yang gemilang dengan kesiapan kerja yang sangat matang.
Kepala SMA Nasional Malang, Soni Syarifuddin, S.Pd., mengungkapkan rasa bangga yang mendalam terhadap karakter lulusan tahun ini. Menurutnya, angkatan ini menonjol karena kedisiplinan tinggi dan catatan pelanggaran yang sangat minim.
”Karakter adalah fondasi utama kami. Kepintaran bisa dikejar, namun integritas itulah yang akan membawa mereka bertahan di masa depan,” ujar Soni saat ditemui Idea Jatim, Senin (11/5) lalu.
Keberhasilan akademik SMANAS terlihat dari tren positif penetrasi siswa ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit melalui jalur SNBP. Strategi pengelompokan minat sejak kelas 11—yang mencakup klaster Math Science, Teknik, Soshum, serta Ekonomi & Bisnis—terbukti ampuh.
”Alhamdulillah, tren kami ke ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) terus berlanjut. Begitu juga dengan keberhasilan menembus UNAIR dan rutinitas kami mengirimkan siswa ke Universitas Brawijaya (UB) setiap tahunnya,” tambah Soni.
Salah satu potret keberhasilan ini adalah Defrina Salsa Wibowo, yang berhasil lolos ke S1 Sastra Inggris Universitas Brawijaya. “Ini pencapaian yang saya impikan. Dukungan dari guru-guru di SMANAS dan lingkungan yang suportif sangat membantu saya konsisten belajar,” ungkap Defrina.
Tak hanya di meja kelas, nama SMANAS juga harum di lapangan hijau. Para atlet muda sekolah ini konsisten menyumbangkan prestasi, terbaru dengan meraih Juara 2 dan Juara 3 dalam turnamen voli bergengsi antar-SMA se-Jawa Timur.
Hal yang paling membanggakan adalah efektivitas program Vokasi (Double Track). Melalui empat peminatan utama—Seni Kuliner, Administrasi Perkantoran, Tata Rias & Modeling, serta Desain Komunikasi Visual (DKV)—para siswa dibekali sertifikat kompetensi resmi.
Hasilnya luar biasa, sekitar 50 persen atau hampir 50 siswa kelas 12 dilaporkan sudah terserap di dunia kerja bahkan sebelum mereka menerima ijazah resmi.
”Kami ingin memastikan siswa yang belum bisa melanjutkan kuliah tetap memiliki ‘senjata’ untuk bersaing. Mereka punya skill untuk langsung bekerja atau berwirausaha,” tegas Soni.
Sebagai bagian dari keluarga besar Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional (P2PUTN), para lulusan SMANAS juga mendapatkan prioritas atau ‘karpet merah’ untuk melanjutkan studi ke ITN Malang. Tersedia berbagai skema beasiswa menarik, mulai dari KIP-Kuliah, Beasiswa Mitra, hingga beasiswa khusus bagi putra-putri Guru, TNI, dan Polri.
Bagi siswa yang masih berjuang, Soni berpesan untuk tetap optimis menghadapi jalur SNBT yang akan diumumkan pada 25 Juni mendatang, serta jalur Mandiri. Tasyakuran tahun ini menjadi bukti nyata bahwa SMA Nasional Malang sukses mencetak generasi yang tangguh secara karakter, berprestasi secara intelektual, dan siap bersaing di pasar kerja global. (*)





