IDEA JATIM, MALANG – Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) mengambil langkah nyata dalam merespons tingginya risiko paparan gawai (gadget) dan ancaman bullying pada anak di kawasan padat penduduk. Melalui program pengabdian masyarakat, FK UB menggelar edukasi parenting bertajuk “Ketawanggede Sehat dan Tangguh melalui Edukasi Pengasuhan Anak” di Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada Kamis (21/5).
Sebagai wilayah yang berada di lingkar kampus, Ketawanggede dinilai memiliki dinamika sosial yang kompleks. Kondisi ini membuat anak-anak di wilayah tersebut rentan mengalami gangguan perkembangan psikososial jika tidak mendapatkan pendampingan teknologi yang tepat dari orang tua.
Melihat urgensi tersebut, FK UB berkolaborasi dengan Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) untuk memberikan intervensi berbasis komunitas yang bersifat preventif.
Pentingnya Kehadiran Aktif Orang Tua di Era Digital
Dalam seminar edukasi yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut, pakar kesehatan jiwa FK UB, dr. Frilya Rachma Putri, Sp.KJ(K), menyoroti dampak psikologis penggunaan gawai serta pentingnya menjaga kesehatan mental anak dan remaja. Ia mengingatkan para orang tua bahwa lingkungan digital saat ini menuntut keterlibatan penuh dari keluarga.
“Penggunaan gawai yang tidak terkontrol dapat memengaruhi perkembangan emosional dan sosial anak,” ujar dr. Frilya di hadapan warga yang hadir.
Lebih lanjut, dr. Frilya menegaskan bahwa peran aktif orang tua tidak bisa digantikan oleh teknologi atau sekadar pengawasan pasif. “Oleh karena itu, orang tua perlu hadir sebagai pendamping yang aktif, bukan sekadar pengawas, agar anak dapat tumbuh dengan sehat secara mental maupun sosial,” tambahnya.
Melalui kolaborasi strategis ini, para orang tua dibekali dengan strategi pendampingan yang tepat serta keterampilan praktis dalam mengelola screen time (waktu layar) anak. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pola asuh (parenting) sehat, sekaligus membangun kualitas ketahanan sosial dan kesehatan mental keluarga di Kelurahan Ketawanggede.
Tidak hanya memberikan edukasi berupa teori kepada orang tua, kegiatan pengabdian masyarakat ini juga melibatkan lebih dari 15 anak-anak setempat melalui aktivitas yang menyenangkan, seperti: Lomba mewarnai dan lomba menggambar.
Melalui aktivitas kreatif tersebut, anak-anak diajak memahami penggunaan teknologi secara bijak sekaligus dirangsang minat literasi dan kreativitasnya sejak dini.
Program terintegrasi ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi warga Ketawanggede dalam membentuk komunitas yang lebih sehat, tangguh, dan suportif bagi tumbuh kembang anak di masa depan. (*)




