Dosen UB Latih Guru MI di Blitar Tingkatkan Literasi Digital

IDEA JATIM, ​BLITAR – Dosen Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya (UB) Rizkiana Maharddhika, S.Pd., M.Pd memberikan pelatihan literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kepada para guru di MI Plus Raudlatul Muta’allimin, Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Sabtu (25/7/2026).

​Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini digelar untuk membekali para pendidik dalam memanfaatkan teknologi AI secara bijak, etis, dan kritis di tengah pesatnya transformasi digital dunia pendidikan.

​Rizkiana Maharddhika, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak sekadar mengenalkan aplikasi AI, tetapi lebih berfokus pada evaluasi luaran teknologi guna mengantisipasi risiko seperti AI hallucination (informasi tidak akurat) dan ancaman privasi data siswa.

​”AI adalah teknologi yang sangat bermanfaat, tetapi fondasi belajar tidak boleh dibangun oleh AI. Di jenjang sekolah dasar, anak-anak perlu terlebih dahulu dilatih berpikir, membaca, menulis, berdiskusi, dan memecahkan masalah secara mandiri,” ujar Rizkiana dalam keterangannya.

UB
MENARIK: Dosen Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan UB Rizkiana Maharddhika, S.Pd., M.Pd menyampaikan materi pelatihan literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) kepada para guru di MI Plus Raudlatul Muta’allimin, Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Sabtu (25/7/2026)

​Rizkiana menambahkan, pemanfaatan AI bagi siswa sekolah dasar sebaiknya tidak dijadikan pilihan utama dalam menyelesaikan tugas harian.

Baca Juga:  Dukung SDG 4, Universitas Brawijaya Latih Guru SD Muhammadiyah 4 Batu Manfaatkan AI dan Classroom English

​”Ketika fondasi berpikir kritis siswa sudah kuat, mereka akan lebih siap memanfaatkan AI secara kritis, bukan sekadar menerima jawaban yang diberikan teknologi,” tegasnya.

​Dalam sesi pelatihan, para peserta diajak melakukan praktik langsung menyusun prompt menggunakan ChatGPT serta menguji kemampuan membedakan teks murni buatan AI dengan teks yang telah diverifikasi manusia. Materi pelatihan juga diselaraskan dengan Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial.

​Kepala MI Plus Raudlatul Muta’allimin, Zubaidil Bahri, S.Pd.I., menyambut baik inisiatif dari pihak kampus karena dinilai menjawab kebutuhan riil para guru saat ini.

​”Kegiatan literasi AI ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan guru. Dengan bertambahnya wawasan tentang penggunaan AI secara tepat, kami berharap proses belajar mengajar menjadi lebih baik dan menyenangkan,” kata Zubaidil.

​Zubaidil menekankan pentingnya batasan penggunaan teknologi bagi anak didik di tingkat dasar.
​”Pada jenjang sekolah dasar, pemanfaatan AI bagi peserta didik sebaiknya masih sebatas pengenalan dengan pendampingan ketat dari guru,” lanjutnya.

Baca Juga:  Mahasiswa UB Sabet Medali Emas di Jepang Lewat Inovasi Kapsul Daun Sirsak

​Melalui program ini, Universitas Brawijaya berkomitmen mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu efisiensi tugas administratif guru tanpa mengesampingkan peran utama pendidik sebagai pembimbing dan teladan bagi siswa. (*)

Penulis

Berita Terkini

FBiPK UB dan Faculty of Educational Studies UPM Perkuat Ekosistem Pendidikan Global

IDEA JATIM, ​MALANG — Kemitraan strategis antara Universitas Brawijaya...

SMPK Frateran Celaket 21 Malang Gelar Pesta Demokrasi Pemilihan Ketua OSIS 2026–2027

IDEA JATIM, MALANG – Suasana di hall terbuka SMP...

HARAPAN KELUARGA KEMBALI MENYALA, PENYELAM BASARNAS TEMUKAN SATU KORBAN KM VIRGO TRANSPORT 8

IDEAJATIM - Di tengah operasi pencarian yang terus berlangsung,...
spot_img
Berita Terkait
spot_imgspot_img