IDEA JATIM, MALANG — Universitas Brawijaya (UB) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) point 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, tim akademisi UB menggelar pelatihan penguatan kapasitas guru sekolah dasar di SD Muhammadiyah 4 Kota Batu pada Kamis, 23 Juli 2026.
Kegiatan bertajuk “Mengajar untuk Masa Depan: Penguatan Kompetensi Guru SD dalam Pembelajaran Inovatif melalui Teknologi Edukasi dan Classroom English” ini diikuti oleh 40 tenaga pendidik. Pelatihan dirancang untuk memperkuat kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi modern dan bahasa Inggris ke dalam kegiatan belajar-mengajar harian.
Program ini dipandu langsung oleh akademisi Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) UB, Putri Gayatri, S.Pd., M.Pd., Ph.D., bersama dua mahasiswa FBiPK, Maretha Filza Driandana dan Ahmad Maulana Simatupang. Sinergi antara dosen, mahasiswa, dan sekolah mitra ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi yang mengabungkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Dalam sesi pelatihan, para peserta dibekali keterampilan memanfaatkan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), berbagai platform teknologi edukasi, serta strategi Classroom English guna menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa.
Sebagai bentuk dukungan jangka panjang, Universitas Brawijaya menyerahkan sejumlah fasilitas penunjang pembelajaran kepada pihak sekolah. Bantuan tersebut meliputi akses Wordwall Pro gratis selama satu tahun untuk seluruh peserta, unit proyektor portabel untuk ruang kelas, serta Modul Digital Classroom English Level 1–4 yang dapat diterapkan secara bertahap sesuai kesiapan guru dan murid.

Ketua Tim Pengabdian UB, Putri Gayatri, Ph.D., mengungkapkan bahwa penguatan kapasitas tenaga pendidik merupakan kunci utama dalam menghadapi dinamika pendidikan abad ke-21.
”Transformasi pendidikan dimulai dari guru. Ketika guru memiliki kompetensi untuk memanfaatkan teknologi secara bijak dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aktif melalui Classroom English, peserta didik akan memperoleh pengalaman belajar yang relevan dengan tuntutan zaman.
Melalui program ini, Universitas Brawijaya ingin berkontribusi nyata dalam memperkuat kualitas pendidikan dasar di Indonesia,” ujar Putri.
Respons positif juga disampaikan oleh pihak sekolah. Kepala SD Muhammadiyah 4 Kota Batu, Nur Ita Rahmawati, S.H., M.Pd., mengapresiasi inisiatif dan kepedulian akademisi Universitas Brawijaya terhadap perkembangan kompetensi para pengajar di sekolahnya.
”Kami sangat terbuka dan menyambut hangat program pengembangan kompetensi guru seperti ini. Pelatihan ini menjadi modal penting bagi para guru kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus beradaptasi dengan percepatan transformasi pendidikan di era digital,” tutur Nur Ita.
Pelatihan berlangsung interaktif yang memadukan penyampaian teori, praktik langsung pembuatan media digital, hingga simulasi penggunaan instruksi bahasa Inggris di kelas. Melalui aksi nyata ini, Universitas Brawijaya tidak hanya menunjukkan keunggulan akademisnya, tetapi juga hadir memberikan solusi konkret bagi kemajuan dunia pendidikan di tingkat akar rumput. (*)



