Manfaatkan Buah Belimbing, KKN T 26 Umsida Ubah Jadi Sabun Alami

IDEAJATIM.ID, SIDOARJO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Kelompok 26 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menggelar Workshop Pembuatan Sabun Alami Berbahan Buah Belimbing dengan produk inovatif bertajuk “Starglow Bar” di Pendopo Griyo Asmoro, Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo pada Ahad, (26/7/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh anggota Karang Taruna Desa Watesari ini digelar sebagai upaya meningkatkan keterampilan generasi muda dalam mengolah potensi lokal menjadi produk yang bernilai ekonomis sekaligus memperkenalkan inovasi pemanfaatan buah belimbing sebagai produk perawatan tubuh.

Ulik Keunggulan Desa

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN-T Kelompok 26 yang berfokus pada pengembangan potensi unggulan Desa Watesari. 

“Kami ingin memanfaatkan buah belimbing yang menjadi salah satu ikon desa menjadi produk sabun alami bernilai tambah,” ujar M Bagus Achsanul Qolbi, Ketua Tim KKN.

Selain memberikan pengetahuan mengenai proses pembuatannya, kata Bagus,  kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan pemuda melalui pengembangan produk lokal yang berpotensi menjadi usaha kreatif.

Baca Juga:  955 Mahasiswa Umsida Jalani KKN di 72 Desa, Siap Wujudkan Desa Mandiri

Sepanjang kegiatan, para peserta mendapatkan pendampingan dari mahasiswa KKN, Qurani Vira Ramadani.

Ia menjelaskan mulai dari pengenalan alat dan bahan, prosedur keselamatan kerja, proses pembuatan sabun, hingga teknik pengemasan produk agar memiliki daya tarik dan siap dipasarkan.

“Melalui workshop ini, kami ingin menunjukkan bahwa buah belimbing tidak hanya dapat dikonsumsi secara langsung, tetapi juga dapat diolah menjadi produk perawatan tubuh yang memiliki nilai ekonomi,” terangnya.

Proses Pembuatan Sabun Buah Belimbing

Proses pembuatan Starglow Bar diawali dengan pengenalan alat pelindung diri (APD) kepada seluruh peserta. 

Mahasiswa menjelaskan pentingnya penggunaan sarung tangan, masker, dan kacamata pelindung selama proses pembuatan karena salah satu bahan utama, yaitu soda api (NaOH), bersifat korosif sehingga harus digunakan sesuai prosedur keselamatan.

Tahap awal adalah menyiapkan sari buah belimbing sebagai bahan alami utama. 

Buah belimbing dicuci hingga bersih, dipotong menjadi beberapa bagian, kemudian dihaluskan menggunakan blender dengan sedikit air hingga menghasilkan sari buah. 

Sementara itu, soda api dilarutkan secara perlahan ke dalam air suling, kemudian didiamkan hingga mencapai suhu ruang.

Baca Juga:  Kepemimpinan Bukan Jabatan, Ini Pesan Anies di Kuliah Umum Umsida

Selanjutnya, minyak kelapa, minyak sawit, dan minyak zaitun dipanaskan kemudian dicampurkan hingga merata. 
Setelah itu, larutan soda api dituangkan sedikit demi sedikit ke dalam campuran minyak sambil diaduk menggunakan mixer hingga tercampur sempurna.
Kemudian, sari buah belimbing ditambahkan ke dalam adonan dan diaduk hingga mencapai tahap trace, yaitu kondisi ketika adonan mulai mengental sebagai tanda proses pembentukan sabun telah berlangsung. 
Setelah itu, tambahkan fragrance red apple serta pewarna sesuai takaran, kemudian seluruh bahan diaduk kembali hingga homogen menggunakan spatula.
Tahap akhir adalah proses pencetakan dan curing. 

Adonan sabun ditimbang sesuai takaran, lalu dituangkan ke dalam cetakan berukuran 35 ml dan didiamkan selama 24–48 jam hingga mengeras. 

Setelah dikeluarkan dari cetakan, sabun menjalani proses curing selama 4–6 minggu di tempat yang kering dan sejuk agar pH sabun stabil dan aman digunakan pada kulit. 
Setelah melalui proses tersebut, sabun dikemas dengan label “Starglow Bar” sehingga siap digunakan maupun dipasarkan.

Selain melatih keterampilan peserta dalam membuat produk perawatan tubuh berbahan alami, kegiatan ini juga memberikan wawasan mengenai pentingnya inovasi, branding, dan pengemasan produk untuk meningkatkan nilai jual komoditas lokal. 

Baca Juga:  Dukungan Orang Tua Iringi 955 Mahasiswa Umsida Berangkat KKN

Kegiatan berlangsung dengan antusias dan penuh semangat dari seluruh peserta. 

Anggota Karang Taruna tampak aktif mengikuti setiap tahapan pembuatan sabun.

Ketua Karang Taruna Desa Watesari, M Dimas Dwi Cahyono Putra, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa Umsida.

“Workshop ini tidak hanya mengajarkan cara membuat sabun, tetapi juga memberikan inspirasi untuk mengolah buah belimbing sebagai potensi usaha yang dapat terus dikembangkan,” ujar Putra.(Marcella)

Berita Terkini

Mengupas Refleksi Kekerasan dan Relasi Kuasa di Pameran ‘Corpus Fractum’ Karya Seniman FIB UB

IDEA JATIM, ​MALANG – Tubuh manusia tidak hanya hadir...

SMA Islam Sabilillah Gelar Pemilu BES ala KPU: Cara Asyik Belajar Demokrasi dan Integritas Sejak Dini

IDEA JATIM, ​MALANG – Suasana riuh dan penuh antusiasme...

Tim SAR Gabungan Evakuasi Supir Truk Korban Laka-Lantas di Pasuruan

IDEA JATIM, PASURUAN- Tim Rescue Kantor SAR Kelas A...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img