IDEA JATIM, MALANG – Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan (PTB) Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) sukses menggelar Mini Seminar Nasional Series 2 dengan menghadirkan praktisi industri kelas dunia untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang konstruksi. Kegiatan bertajuk “Bangunan Nyaman, Indonesia Aman” yang berlangsung pada Senin (14/04) ini menjadi langkah strategis UM dalam memperkuat sinergi antara akademisi dan dunia kerja.
Seminar yang digelar di Aula GKB A20 UM ini menghadirkan kolaborasi nyata dengan PT Sun Power Ceramics. Fokus utamanya adalah memastikan kurikulum pendidikan teknik tetap relevan dengan dinamika industri global.
Ketua Program Studi PTB FT UM, Muhammad Aris Ichwanto, S.Pd., M.A., Ph.D., menegaskan bahwa keterlibatan industri adalah nyawa dari pendidikan vokasional.
”Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di atas kertas. Mereka harus menyentuh langsung inovasi industri agar memiliki pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja global. Kita ingin lulusan kita langsung ‘nyambung’ saat terjun ke proyek,” tegas Aris.
Vidya Damayanti, S.Sn., M.M., selaku Marketing & Product Development Manager PT Sun Power Ceramics, membagikan wawasan mengenai evolusi teknologi keramik. Ia menekankan pentingnya knowledge transfer agar mahasiswa siap menghadapi dunia kerja.
”Dunia industri bergerak sangat cepat. Mahasiswa perlu memahami kebutuhan lapangan secara langsung agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain kunci dalam perkembangan industri konstruksi,” ujar Vidya.
Tak hanya seminar, kolaborasi ini berdampak pada aspek teknis pembelajaran. PT Sun Power Ceramics menghibahkan material tile (keramik) untuk mata kuliah Workshop Batu Beton.
Nur Latifah Khomsiati, S.T., M.T., salah satu akademisi UM, menambahkan bahwa sinkronisasi materi ajar melalui Rencana Pembelajaran Semester (RPS) menjadi prioritas.
”Kami mengkaji ulang agar materi di kelas sejalan dengan standar industri. Upgrading skill bagi dosen adalah langkah mutlak agar kurikulum kita tetap inovatif,” jelasnya.
Fadila Fitria Wulandari, M.Pd., juga menyoroti pentingnya bantuan fisik dalam praktik.
”Bantuan material ini menghadirkan pengalaman belajar yang jauh lebih aplikatif. Mahasiswa kini bisa langsung mempraktikkannya dengan material standar dunia di laboratorium kita,” pungkas Fadila.
Melalui kemitraan strategis ini, Fakultas Teknik UM membuktikan komitmennya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan inovatif di masa depan. (*)





