IDEA JATIM, SURABAYA — Misi penyelamatan melintasi lautan lepas tengah berlangsung. Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan kapal penyelamat KN SAR 249 Permadi untuk memburu keberadaan Kapal Motor Nelayan (KMN) Fatma Jaya 1 yang dilaporkan hilang kontak di perairan barat Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, sejak Sabtu lalu.
Kapal nelayan yang membawa lima ABK asal Brondong, Lamongan tersebut mendadak tak bisa dihubungi usai sang nahkoda sempat melayangkan panggilan darurat meminta pertolongan.
“Begitu menerima laporan kejadian, kami langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengerahkan KN SAR 249 Permadi beserta tim rescue ke lokasi,” tegas Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H.

Komunikasi Terakhir Sebelum Senyap Kisah pilu ini bermula saat KMN Fatma Jaya 1 bertolak dari pelabuhan Brondong, Lamongan pada Jumat (24/7/2026) siang menuju perairan Bawean untuk mencari ikan.Kapal tersebut diawaki oleh lima nelayan Slamet Suudin (50) Nahkoda, Damar (38), Lutfi A (37), Denis P (28), A. Taufiq (45).
Nahas, sehari berselang Sabtu (25/7/2026) pukul 16.00 WIB Slamet sempat menghubungi kerabatnya di Bawean untuk meminta bantuan akibat kendala di tengah laut. Namun, setelah percakapan singkat itu, radio dan telepon mereka mendadak hening. Tak ada lagi kabar dari lima nyawa di tengah ganasnya ombak.
Menembus 90 Mil Laut Laporan resmi yang diterima Unit Siaga SAR Lamongan pada Selasa siang langsung direspons cepat. Pukul 14.00 WIB, KN SAR 249 Permadi melepaskan tali tambat dari Dermaga Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menerjang jarak sekitar 90,35 mil laut menuju titik pencarian.
Pencarian besar-besaran ini memadukan kekuatan tim gabungan dari Ditpolairud Polda Jatim, Satpolairud Polres Lamongan, Dinas Perikanan, PPN Brondong, hingga Rukun Nelayan (RN) Brondong yang bahu-membahu menyisir perairan Bawean. (*)



