IDEAJATIM.ID, SIDOARJO – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar Wisuda ke-47 Program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu-Minggu (27-28/06/2026) di Auditorium KH Ahmad Dahlan Kampus 1 Umsida.
Sebanyak 1.116 wisudawan resmi dinyatakan menjadi lulusan Umsida dalam tiga sesi pelaksanaan.
Prosesi wisuda turut dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Syafiq A Mughni MA PhD, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Ir Tamhid Masyhudi, jajaran Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah, mitra Umsida, Badan Pembina Harian, Senat Universitas, dan juga dosen.
Wisuda ke-47 Umsida Kukuhkan 1.116 Lulusan Berprestasi
Sebanyak 1.116 wisudawan tahun ini berasal dari lima fakultas dan Program Pascasarjana, yakni Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (257 lulusan), Fakultas Sains dan Teknologi (240 lulusan), Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial (423 lulusan), Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (125 lulusan), serta Program Pascasarjana (71 lulusan).
Secara keseluruhan, rata-rata IPK lulusan semester genap Tahun Akademik 2025/2026 mencapai 3,73.
“Atas nama pimpinan Umsida, kami menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Rektor.
Capaian Umsida Menuju Kampus Berdaya Saing Internasional
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga memaparkan perkembangan Umsida dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi unggul dan inovatif berbasis nilai-nilai Islam.
Saat ini, Umsida telah menyelesaikan milestone kedua (2022–2026) sebagai perguruan tinggi unggul di tingkat nasional, bahkan telah memasuki milestone ketiga (2026–2030) yang berorientasi pada National Competitiveness.
“Target kami adalah menjadi perguruan tinggi yang memperoleh pengakuan di tingkat ASEAN pada periode 2034–2038,” terangnya.
Dr Hidayatulloh juga memaparkan sejumlah capaian pemeringkatan institusi.
Di tingkat internasional, Umsida menempati peringkat 64 perguruan tinggi swasta terbaik ASEAN versi Applied Higher Education, peringkat 16 nasional, dan peringkat 2 Jawa Timur.
Sementara pada UI GreenMetric, Umsida berhasil masuk peringkat 984 dunia.
“Pada pemeringkatan Times Higher Education Impact Rankings, Umsida mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Untuk SDGs 4 (Quality Education), tahun ini Umsida berada pada peringkat 201–300 dunia dan peringkat 15 nasional,” ungkapnya.
Dengan capaian tersebut, ia berharap para wisudawan ini bisa memberikan sumbangsih dalam membangun masyarakat untuk kemajuan Indonesia.
Wakil Menteri PMI: Jadikan Nasihat Orang Tua sebagai Kompas Kehidupan
Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, turut hadir memberikan penguatan kepada para wisudawan.
Ia membuka pesannya dengan mengenang almarhumah sang ibu yang pernah memiliki harapan untuk menyaksikan dirinya diwisuda.
Menurutnya, keberhasilan setiap lulusan tidak lepas dari doa dan perjuangan kedua orang tua.
“Kalau ingin sukses, jadikan nasehat, arahan, dan kata-kata orang tua sebagai kompas kehidupan,” pesannya.
Apalagi, imbuhnya, dunia yang akan dihadapi para lulusan setelah wisuda bergerak sangat cepat.
Namun ia yakin, lulusan Muhammadiyah memiliki modal penting berupa resilience atau ketangguhan yang akan menjadi bekal menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Mengutip pemikiran Presiden Prabowo Subianto, Dzulfikar menjelaskan bahwa manusia dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yakni apatis, follower, dan leader.
“Saya yakin alumni Umsida adalah manusia-manusia yang menjadi leader. Kalian berada di tempat yang tepat karena Umsida tidak hanya mengajarkan bagaimana sukses di dunia, tetapi juga bagaimana sukses di akhirat,” pungkasnya. (*)




