Beranda blog

Siap Selamat, Pemprov Jatim Latih Warga Lumajang Hadapi Tsunami

IDEAJATIM.ID – Provinsi Jawa Timur yang memiliki garis pantai yang panjang serta populasi pesisir yang padat memiliki risiko tinggi ancaman megathrust yaitu gempa bumi besar hingga berpotensi memicu tsunami. Kondisi ini membuat warga yang berada di area sekitar rentan terdampak langsung.

Bencana alam menyebabkan kerugian ekonomi dan sosial yang signifikan, meliputi kerusakan fisik (rumah, infrastruktur), hilangnya pendapatan, gangguan produktivitas, serta risiko kesehatan. Kerugian ini sering kali melumpuhkan ekonomi, meningkatkan angka kemiskinan, serta memicu biaya pemulihan jangka panjang bagi pemerintah.

Kesiapsiagaan masyarakat merupakan komponen kunci dalam pengurangan risiko bencana karena masyarakat adalah pihak pertama yang menghadapi situasi darurat. Edukasi dan latihan (simulasi) secara rutin berperan krusial dalam mengubah pengetahuan menjadi perilaku tanggap darurat yang otomatis, yang pada akhirnya meminimalisir korban jiwa dan kerusakan fisik.

Dengan mengedepankan keselamatan untuk semua, selaras dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional yang diperingati setiap 26 April, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggelar simulasi evakuasi mandiri tsunami. Kali ini, kegiatan berlokasi di Pantai Bulu, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang pada 25-26 April 2026.

Kegiatan ini diawali dengan Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat mengenai bencana gempa dan tsunami. Momen ini sekaligus mengingatkan seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya budaya sadar bencana dan kesiapsiagaan. Diharapkan dengan adanya pelatihan simulasi tersebut, masyarakat tidak hanya sekadar tahu apa itu bencana, tetapi mampu mengambil langkah strategis untuk bertahan hidup (survive) sehingga dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan.

“Budaya sadar bencana semestinya melekat menjadi gaya hidup masyarakat. Ilmu mengenai evakuasi mandiri ini bisa ditularkan kepada keluarga dan tetangga di lingkungan sekitar,” tegas Sekretaris BPBD Jatim Andhika Nurrahmad Sudigda.

Melalui kegiatan simulasi tersebut, diharapkan dapat memperkuat kerja sama antarwarga, pemerintah dan relawan. Mengingat bahwa bencana adalah urusan semua orang, sehingga dalam situasi bencana tidak ada yang bisa berdiri sendiri, semua harus saling menjaga dan melindungi.

“Simulasi tsunami ini bermanfaat besar bagi warga. Supaya kami tahu dan belajar agar siap menghadapi situasi darurat dan dapat melakukan evakuasi mandiri,” ujar Kepala Desa Tegalrejo Nyono usai pelaksanaan simulasi.

Skenario simulasi diawali dengan terjadinya gempa bumi berkekuatan magnitudo 9,1 di titik 10.13 LS 112.96 BT di kedalaman 10 kilometer pada pukul 09.00 WIB. Goncangan gempa dirasakan pula di Desa Tegalrejo. Selang 26 menit kemudian, perangkat desa menerima informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang bahwa gempa menimbulkan potensi tsunami di Desa Tegalrejo.

Perangkat desa segera mengumumkan adanya gelombang tsunami mendekati area mereka melalui pengeras suara dari musala sekitar desa. Seketika warga keluar rumah dan berlari ke arah zona aman tsunami atau blue zone yaitu di kaki Gunung Kursi.
Peserta yang terlibat dalam simulasi ini berjumlah 300 orang, melibatkan seluruh lapisan masyarakat yang mewakili berbagai jenjang usia, termasuk kelompok perempuan dan kelompok rentan yaitu lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak.

Posisi desa yang memiliki warga sekitar 3.690 jiwa ini dikelilingi pegunungan dan berada di pesisir Selatan Provinsi Jatim. Kondisi geografis yang demikian membuatnya menjadi kawasan paling terpencil di Kabupaten Lumajang.

Menurut Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, letak Desa Tegalrejo berhadapan tegak lurus dengan sumber kegempaan yang biasa disebut megathrust. Berdasarkan pemodelan tsunami yang dilakukan, desa ini berpotensi mengalami gempa bumi mencapai 6 MMI (Modified Mercalli Intensity) yang akan merusak bangunan dan rendaman tsunami setinggi 15 meter sejauh kurang lebih 3 kilometer dari garis pantai.

Kondisi seperti itu tentu membutuhkan respon cepat dari masyarakat. Mereka harus mampu melakukan evakuasi mandiri sebab waktu kritis (golden time) untuk menyelamatkan diri ke tempat aman berkisar 20 menit.

Sebelumnya, BPBD Jatim sudah menggelar simulasi tsunami di tiga titik yaitu Pantai Balekambang (Malang), Demak (Tulungagung), Watu Karung (Pacitan), serta secara bersamaan kemarin di Pantai Ngadipuro (Trenggalek). Secara keseluruhan, terdapat 60 titik berisiko tsunami di sepanjang pesisir Selatan Provinsi Jatim.

Simulasi ini juga turut didukung oleh Pemerintah Australia melalui Program SIAP SIAGA (Kemitraan Australia-Indonesia untuk Manajemen Risiko Bencana), Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, Tim Reaksi Cepat BPBD, petugas kesehatan, dan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB) Kabupaten Lumajang.

Perwakilan Konsulat-Jenderal Australia di Surabaya, Christine Bui, yang turut hadir pula dalam simulasi tsunami, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah provinsi terutama BPBD Provinsi Jatim dan BPBD Kabupaten Lumajang atas kegiatan yang inovatif dan kolaboratif ini.

“Dengan adanya kegiatan multipihak seperti ini, dapat menguatkan pemahaman masyarakat dalam merespon situasi gawat darurat. Terlebih dengan adanya inisiatif untuk membentuk semacam buddy system atau menunjuk seorang pemimpin di setiap lingkungan tempat tinggal, sebagai penanggung jawab terhadap masyarakat di area tersebut,” papar Christine.

Ditambahkan oleh Mambaus Suud, Program Partnership Implementation Manager SIAP SIAGA Provinsi Jatim, pemerintah desa perlu membuat mekanisme atau strategi evakuasi sampai di tingkat dusun.

“Setiap dusun menunjuk satu orang sebagai penanggung jawab untuk mengidentifikasi kemampuan sumber daya di lokasinya yang bisa dioptimalkan saat evakuasi,” terangnya. (*)

Tim SAR Gabungan Evakuasi Seorang Nenek dari Dasar Sumur di Sumenep

0

IDEA JATIM, SUMENEP – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi Jumaiya (76) seorang nenek asal dusun Libilyan, dari dalam sumur sedalam sekitar 25 meter yang ada di desa Aengdake, kecamatan Bluto, kabupaten Sumenep.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia saat berhasil dijangkau petugas sekitar pukul 14.15 WIB.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H. selaku SMC mengatakan, setibanya di lokasi kejadian, tim rescue Pos SAR Sumenep segera melakukan assesment untuk menentukan metode evakuasi yang paling aman.

“Tim SAR gabungan menggunakan peralatan vertical rescue untuk mengevakuasi korban. Satu orang rescuer Pos SAR Sumenep diturunkan dengan teknik lowering untuk menjangkau korban secara langsung,” ujar Nanang.

Setelah berhasil menjangkau korban di dasar sumur, jenazah kemudian dievakuasi ke permukaan menggunakan teknik lifting secara bertahap, dengan pengamanan pada sistem tali dan anchor guna memastikan keselamatan personel yang terlibat.

Komandan tim rescue Pos SAR Sumenep, Nurul Imam mengatakan bahwa proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala teknis. Diameter sumur yang relatif sempit membatasi ruang gerak petugas, sementara kondisi di dalam sumur juga berpotensi membahayakan.

“Potensi gas beracun di dalam sumur juga menjadi kendala. Oleh karena itu, rescuer yang turun ke dalam sumur dilengkapi peralatan SCBA sebagai langkah antisipasi risiko,” kata Imam.

Selain itu, area di sekitar lokasi kejadian tidak sepenuhnya steril karena banyaknya warga yang antusias menyaksikan proses evakuasi, sehingga sempat menghambat pergerakan tim di lapangan.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Jumaiya langsung dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Proses evakuasi ini melibatkan unsur SAR gabungan, antara lain tim rescue Pos SAR Sumenep, BPBD Kabupaten Sumenep, Polsek Bluto, Koramil Bluto, Call center 112 Kabupaten Sumenep, Perangkat Desa setempat, warga sekitar, serta sejumlah potensi SAR lainnya. (*)

Satgas PPKPT Umsida Ikuti Pelatihan PFA, Siap Tangani Korban Psikologis

0

IDEAJATIM.ID, SIDOARJO – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar kegiatan Pelatihan Psychological First Aid (PFA) bagi anggota Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) pada Kamis, (23/4/2026), di Kampus 3.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan tenaga kependidikan Umsida yang tergabung dalam Satgas PPKPT sebagai bagian dari penguatan kapasitas penanganan awal terhadap korban dalam situasi krisis psikologis.

Ketua Satgas PPKPT Umsida, Boy Isma Putra ST MM, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu komitmen Umsida dalam memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi.

Menurutnya, keberadaan Satgas ini tidak hanya membutuhkan pemahaman regulatif dan administratif, tetapi juga keterampilan pendampingan awal yang tepat agar korban memperoleh rasa aman dan dukungan yang manusiawi.

“Pelatihan ini penting diketahui oleh anggota Satgas PPKPT lantaran mereka kerap berhadapan dengan situasi yang memerlukan respon cepat, tenang, dan tepat,” terang Boy.

Dengan pelatihan ini, imbuhnya, peserta dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi kondisi korban, memberikan respon empati tanpa menghakimi, serta menentukan kapan korban perlu segera dirujuk kepada layanan profesional atau tenaga medis.

Boy berharap anggota Satgas PPKPT semakin siap menjalankan perannya sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, suportif, dan responsif terhadap berbagai bentuk kekerasan.

Pelatihan ini menghadirkan Zaki Nur Fahmawati MPsi Psikolog sebagai pemateri.
Dalam paparannya, Zaki menjelaskan bahwa PFA merupakan dukungan psikososial awal yang diberikan kepada individu yang mengalami trauma atau krisis.

“Fokus tindakan ini ada pada pemenuhan kebutuhan dasar, menjaga rasa aman, menenangkan kondisi emosional, serta menghubungkan korban dengan layanan bantuan yang sesuai,” terangnya.

Ia juga menjelaskan tentang prinsip dasar PFA, langkah inti yakni look, listen, and link, pentingnya empati, menjaga kerahasiaan korban, serta memahami batasan peran Satgas dalam proses pendampingan awal.

“PFA bukanlah terapi, melainkan pertolongan pertama psikologis yang bertujuan mencegah stress berkepanjangan dan memperkuat keberhasilan penanganan krisis secara profesional dan terkoordinasi di lingkungan kampus,” jelas Zaki.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai prinsip kerahasiaan, persetujuan korban, dan konsep need to know dalam penanganan kasus.

Aspek ini, menurutnya, sangat penting agar setiap proses pendampingan tetap menjunjung tinggi etika, keamanan informasi, dan perlindungan psikologis korban.

Pelatihan ini juga membahas tanda-tanda kondisi yang memerlukan rujukan segera, seperti adanya ancaman membahayakan diri sendiri atau orang lain, kondisi korban yang tidak responsif terhadap intervensi awal, maupun keadaan medis darurat.

Para peserta diajak melakukan simulasi peran (roleplay) untuk menghadapi berbagai skenario krisis di kampus.

Hal ini bertujuan agar para peserta, yang nantinya akan menjadi perpanjangan tangan Satgas PPKPT, tidak canggung saat harus terjun langsung di lapangan.(*)

Diskusi Bersama di Umsida, Anies Tekanan Pemimpin Harus Siap Terima Kritik

0

IDEAJATIM.ID, SIDOARJO – Sesi diskusi dalam kuliah umum bersama H Anies Rasyid Baswedan SE MPP PhD di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) berlangsung interaktif.

Berbagai pertanyaan dari peserta mengangkat isu kepemimpinan, kepercayaan publik, hingga kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Anies mengatakan bahwa pemimpin tidak bekerja sendiri, melainkan bersama tim.

“Partner itu bukan hanya satu orang, tapi tim. Yang penting dia kompeten, berintegritas, punya rekam jejak, dan satu ideologi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa prinsip tersebut bukan hanya digunakan untuk memilih partner, tetapi juga untuk membentuk tim yang solid dalam menjalankan kepemimpinan.

Anies juga menanggapi terkait rencana pencalonannya kembali di pesta demokrasi 2029.

“Untuk proses 2029 kita lihat bersama-sama saja, doa bi doa,” tuturnya.

Menjawab soal pemanfaatan media sosial dan komunikasi publik, Pencetus indonesia mengajar itu menekankan pentingnya membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

Ia mencontohkan pengalamannya saat memimpin DKI Jakarta dengan menghadirkan berbagai kanal komunikasi bernama Jakarta Kini (Jaki), yang bisa menjangkau aspoirasi baik digital maupun langsung hingga ke tingkat bawah pemerintahan.

“Yang pertama adalah membuka kanal agar semua aspirasi bisa masuk,” ujarnya.

Aspirasi tersebut kemudian dicatat dalam sistem dan dipastikan memiliki tindak lanjut hingga tahap eksekusi.

Menurutnya, pemimpin harus siap mendengar berbagai suara masyarakat, termasuk kritik dan perbedaan pandangan.

Anies juga menjelaskan, jika masuk di wilayah pemerintahan, maka harus siap untuk mendengarkan rakyat yang bersuara dengan sekeras apapun, dan itu harus karena memang pekerjaannya itu berinteraksi dengan masyarakat yang beragam.

“Kita tidak bisa memaksa warga berbicara sopan dan kita tidak bisa melarang karena itu cara warga menyampaikan pandangannya. Bagian kita adalah mendengar, berdialog, dan mencari jalan keluar bersama,” tegasnya.

Menanggapi isu kebijakan publik, Anies menjelaskan bahwa pendekatan pembangunan tidak hanya bersifat programatik, tetapi juga perlu berbasis gerakan (movement).

Menurutnya, memberikan kepercayaan kepada masyarakat justru dapat menghasilkan dampak yang lebih besar.

Ia mencontohkan program sarapan di Jakarta yang melibatkan langsung masyarakat dalam pelaksanaannya.

“Pendekatannya bukan hanya program, tapi movement. Berikan kepercayaan kepada rakyat,” ujarnya.

Hasilnya pun tak terduga. Kebijakan tersebut disambut dengan semangat kompetitif oleh para warga saat itu.

Terkait kepercayaan publik, Anies menyampaikan bahwa kepercayaan dapat dipulihkan, meskipun membutuhkan waktu dan upaya yang konsisten.

Ia menekankan pentingnya memahami penyebab turunnya kepercayaan, baik dari sisi kompetensi, integritas, maupun pendekatan.

Dalam sesi diskusi yang terakhir, Anies menjelaskan tentang solusi jika ada kebijakan yang dirasa prakteknya tidak sesuai dengan harapan.

Menurutnya, pemegang kewenangan harus terbuka dengan koreksi dan kritik.

“Mengoreksi adalah hak rakyat karena suatu kebijakan dibuat dengan uang tersebut sehingga itu adalah uang yang harus dipertanggungjawabkan,” jelas tokoh yang pernah menjadi Rektor Universitas Paramadina itu..

Dalam mengukur keberhasilan kebijakan, Anies menekankan pentingnya membandingkan antara rencana dan pelaksanaan.

Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam mengawasi kebijakan, termasuk memberikan kritik sebagai bentuk kontrol sosial, terutama bagi mahasiswa.

“Mahasiswa harus kritis, kalau mahasiswa memuji itu tidak menarik, harus bagian mengkritisi,” tandasnya.

Ia meminta agar mahasiswa terus berpikir kritis.

Menurutnya, mereka harus bisa menunjukkan mana salah dan kurangnya suatu kebijakan.

“Kalau bisa tunjukkan koreksinya. Kalau tidak bisa tidak apa-apa. Karena bagian rakyat cukup sampai mengkoreksi suatu kebijakan saja,” pungkasnya menutup diskusi.

Ketua BEM Umsida, Bagus Arif Rizki Refandi, menyampaikan bahwa kegiatan kuliah umum bersama Anies Baswedan berjalan lancar dan kondusif

“Alhamdulillah kondusif, walaupun memang antusias teman-teman sangat tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu materi yang paling berbobot adalah mahasiswa tidak hanya dituntut untuk unggul secara akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan di luar kelas, seperti organisasi dan aktivitas eksternal lainnya.

Hal tersebut dinilai penting untuk membentuk karakter kepemimpinan transformasional.

“Mahasiswa sekarang harus bisa menempatkan diri tidak hanya di akademik, tapi juga di kegiatan eksternal agar bisa produktif dan membangun kepemimpinan,” ungkapnya. (*)

Pesona Telaga Sarangan Tak Pernah Habis, dari Sensasi Naik Speedboat hingga Berkeliling Naik Kuda

0

IDEAJATIM, MAGETAN – Pesona wisata Telaga Sarangan Kabupaten Magetan tak pernah habis. Meski bukan musim liburan, namun wisatawan tetap memilih wisata yang ikonik dengan telaga yang hijau, speedboat, dan kuda ini pada akhir pekan.

Wisatawan bisa menikmati sensasi naik speedboat mengitari Telaga Sarangan.

Pada Minggu (24/4) pagi hingga siang hari, ratusan wisatawan datang ke lokasi untuk menikmati indahnya telaga dengan airnya yang hijau dan jernih. Mereka datang menggunakan bis, mobil pribadi dan mayoritas sepeda motor.

Di area wisata ini, selain bisa menikmati indahnya alam dengan segarnya hawa dingin pegunungan Lawu, pengunjung juga bisa menikmati wahana air speedboat. “Untuk dua kali putaran telaga Rp 150.000 dan untuk tiga kali putaran Rp 200 ribu. Per speedboad bisa diisi 4 orang,” ungkap pengelola speedboad Telaga Sarangan.

Tempat wisatawan menaiki speedboat dengan tarif yang sudah ditentukan dan bisa memilih dua putaran atau tiga putaran.

Puas menikmati sensasi speedboad, pengunjung bisa mencoba berkuda keliling area. Bila sudah mahir bisa menaiki sendiri, tapi bila belum bisa dikawal dan dipandu ahlinya selama perjalanan berkuda. Untuk tarifnya Rp 80 ribu sekali putaran.

“Asyik sekali. Bisa sekalian foto foto dengan kudanya juga. Sebenarnya takut, tapi karena dipandu jadi ya nyaman saja. Kalau cuma foto bisa juga, cuma bayar Rp 10 ribu,” ungkap Erma, wisatawan asal Malang.

Puas berkuda, pasti perut bakal lapar. Wisatawan bisa menikmati aneka kuliner yang tersedia di sekitar telaga. Tak perlu khawatir, segala menu tersedia dengan harga yang terjangkau. Menu yang paling khas yaitu sate kelinci.

Bila ingin menginap menikmati dinginnya malam di telaha sarangan, pilihan hotel dan homestay juga sangat banyak. Harganya pun sangat variatif, tinggal memilih sesuai dengan bujet yang ada. “Kalau Minggu biasanya ramai. Tapi ini ya tergolong tidak terlalu ramai. Kalau lebaran, natal dan tahun baru, baru itu sangat ramai. Bisa sampai nggak bisa jalan saking banyaknya wisatawan,” ungkap salah seorang pemilik kedai di pinggiran Telaga Sarangan.(*)

Kepemimpinan Bukan Jabatan, Ini Pesan Anies di Kuliah Umum Umsida

0

IDEAJATIM.ID, SIDOARJO – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar kuliah umum bertema “Kepemimpinan Transformasional dan Masa Depan Indonesia” bersama tokoh nasional yakni H Anies Rasyid Baswedan SE MPP PhD, pada Jumat (24/04/2026) di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kampus 1 Umsida.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.700 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Sidoarjo, dosen, tendik, mahasiswa, hingga para siswa.

Wakil Rektor III Umsida, Dr. Nurdyansyah, M.Pd menyampaikan berbagai capaian Umsida yang menunjukkan perkembangan pesat dalam bidang akademik dan prestasi.

Ia menjelaskan bahwa saat ini Umsida memiliki 37 program studi, dengan 16 Prodi terakreditasi unggul, 13 terakreditasi baik sekali, dan pengembangan akreditasi Prodi baru.

“Alhamdulillah pada tahun 2024 kemarin Umsida sudah terakreditasi unggul oleh Badan Akreditasi Nasional. Capaian ini seharusnya tercapai tahun 2026, tetapi kami mengalami percepatan,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Dr. Nurdiansyah juga menjelaskan tentang peningkatan performa institusi dan mahasiswa, termasuk capaian Sinta Score serta penghargaan yang diraih Umsida dalam Anugerah Dikti Saintek 2025. Salah satu prestasi terbaru adalah keberhasilan meraih juara 1 dalam Shell Eco Marathon Qatar 2026.

Menurutnya, mahasiswa Umsida kini telah bersaing di level nasional hingga internasional dan Umsida levelnya sudah internasional.

“Kami apresiasi kegiatan ini yang terselenggara melalui kolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Umsida. Ini merupakan keberhasilan dalam bersinergi menghadirkan kegiatan berskala besar,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam kuliah umum Anies Baswedan memberikan pesan kepada para mahasiswa soal pentingnya memanfaatkan masa kuliah sebagai fase pengembangan diri yang tidak bisa diulang.

“Masa kuliah tidak bisa diulang. Jadilah mahasiswa yang sibuk, sibuk di dalam kelas dan di luar kelas,” pesan gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022 itu.

Menurutnya, mahasiswa yang aktif akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dibandingkan mereka yang tidak memanfaatkan waktunya secara optimal.

Ia mengapresiasi peserta yang hadir dalam kuliah umum tersebut sebagai bentuk pilihan untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat kendati mereka memiliki banyak pilihan.

Bisa saja pilihan untuk bersantai di rumah, di kos, atau di warung.

“Ini adalah pilihan memilih kesibukan Anda,” ujarnya.

Pencetus gerakan Indonesia Mengajar itu juga mengingatkan bahwa aktivitas di luar kelas yang menunjang pembelajaran akan menjadi bekal penting untuk masa depan.

Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan diri.

Kepemimpinan Transformatif dan Makna Seorang Pemimpin

Memasuki topik utama kuliah umum, Anies mengupas konsep kepemimpinan transformatif secara mendalam.

Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang adanya pengikut.

Ia mengumpamakan ketika salat walaupun memakai jubah dan salat di mihrom namun tidak memiliki jamaah yang ikut, maka orang tersebut tidak bisa disebut iman.

“Bila tidak ada yang mengikuti, Anda bukan pemimpin,” jelasnya.

Ia membedakan antara pemimpin dan pejabat.

Menurutnya, pejabat memiliki kewenangan, tetapi belum tentu memiliki kepemimpinan.

Sebaliknya, seseorang bisa menjadi pemimpin tanpa jabatan jika pikiran, ucapan, dan tindakannya diikuti orang lain.

Lebih lanjut, Anies menjelaskan bahwa kepemimpinan transformatif adalah kemampuan untuk menginspirasi dan menggerakkan perubahan.

Ia memperkenalkan rumus T = C+I1+I2-SI yang artinya, Trust = Competency + Integrity + Intimacy – Self Interest.

Untuk membangun kepercayaan, maka dibutuhkan kompetensi, integritas, dan kedekatan, yang dapat menurun jika dipengaruhi kepentingan pribadi.

“Begitu mendahulukan kepentingan pribadi, maka kepercayaan akan turun. Tiga komponen ini membuat kepercayaan meningkat namun bisa dijatuhkan dengan satu hal saja,” tuturnya.

Anies juga menekankan pentingnya narrative leadership dalam membangun kepemimpinan transformatif.

Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu melalui tiga fase utama, yaitu gagasan, narasi, dan karya.

Ia menjelaskan bahwa gagasan yang kuat perlu disampaikan melalui narasi yang mampu menggerakkan orang lain.

Ketika narasi tersebut berhasil menginspirasi, maka akan muncul makna sekaligus tujuan yang jelas dalam setiap tindakan yang dilakukan.

“Jika ingin menjadi pemimpin yang transformatif maka harus bisa merumuskan gagasan dan menarasikannya dengan cara yang menggerakkan,” ujarnya.

Sebagai contoh, ia menyebut sosok Bung Tomo dalam peristiwa perjuangan di Surabaya.

Melalui pidatonya, Bung Tomo mampu menarasikan gagasan perjuangan yang didukung oleh kepercayaan, sehingga mampu menggerakkan banyak orang.

Anies menegaskan bahwa kepemimpinan transformatif selalu memiliki narasi yang kuat, berbeda dengan kepemimpinan transaksional yang cenderung tidak dibangun melalui narasi. (*)

Plt. Wali Kota Heli Suyanto Tegaskan Sinergi Pendidikan Bersama Kementerian Agama; Peresmian MAN 2 Batu

IDEA JATIM, BATU– Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Batu, Heli Suyanto, meresmikan perubahan status MA Bilingual menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Batu sebagai langkah penguatan layanan pendidikan berbasis keagamaan sekaligus perluasan akses pendidikan menengah negeri di Kota Batu, yang bertempat di MAN 2 Kota Batu, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kamis (23/4/2026).

Plt. Wali Kota Heli Suyanto menyampaikan Pemerintah Kota Batu berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama dalam pembangunan sektor pendidikan. Menurutnya, keberadaan madrasah negeri memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi unggul yang berkarakter, berdaya saing, dan berlandaskan nilai keagamaan.

“Pemerintah daerah pastinya tetap akan berkolaborasi dengan Kementerian Agama. Sinergi ini sangat penting karena sekolah-sekolah di bawah naungan Kemenag merupakan bagian integral dari pembangunan sumber daya manusia di Kota Batu. Hubungan harmonis ini telah terjalin lama dan akan terus kita perkuat melalui berbagai program dukungan infrastruktur maupun kebijakan,” ujar Plt. Wali Kota Heli Suyanto.

Plt. Wali Kota juga mengapresiasi capaian MA Bilingual yang selama ini menorehkan prestasi hingga tingkat internasional. Dengan status baru sebagai MAN 2 Kota Batu, ia berharap peningkatan kualitas tata kelola, mutu akademik, serta prestasi peserta didik dapat terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur A. Sruji Bachtiar menjelaskan kehadiran MAN 2 Kota Batu melengkapi kawasan pendidikan madrasah terpadu yang mencakup jenjang MIN, MTsN, hingga MAN dalam satu kawasan terintegrasi. Menurutnya, hal tersebut menjadi langkah penting dalam menghadirkan sistem pendidikan berkelanjutan yang memadukan sains, teknologi, dan nilai-nilai keagamaan. (*)

Tim SAR Gabungan Temukan Davin di Bengawan Madiun

0

IDEA JATIM, MAGETAN – Tim SAR gabungan menemukan keberadaan Davin Andriano Mustaqim (19), pada Kamis (23/4/2026), setelah melakukan pencarian di Bengawan Madiun, kecamatan Nguntoronadi, kabupaten Magetan.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku SMC menjelaskan bahwa korban ditemukan tim SAR gabungan sudah dalam kondisi meninggal di lokasi yang berjarak sekitar 18 kilometer dari lokasi kejadian.

Proses evakuasi jenazah korban berjalan dengan lancar. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Dr Sayidiman untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut.

Dalam operasi SAR ini, SMC mengerahkan satu tim rescue Pos SAR Trenggalek untuk bergabung dengan unsur SAR lainnya. Pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi dua SRU, yakni SRU air dan SRU darat.

SRU air melakukan penyisiran dari lokasi kejadian dengan menggunakan perahu karet menyusuri aliran sungai. Di beberapa titik yang dicurigai, tim melakukan manuver perahu guna menciptakan gelombang air untuk mengangkat material di dasar sungai, termasuk kemungkinan keberadaan korban.

Sementara itu, SRU darat menyisir sepanjang bantaran sungai dengan mengamati tanda-tanda keberadaan korban. Tim SAR gabungan juga menyebarluaskan informasi kepada masyarakat di sepanjang aliran sungai agar segera melapor apabila menemukan petunjuk terkait korban.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya tim rescue Pos SAR Trenggalek, BPBD kabupaten Magetan, BPBD kabupaten Madiun, SAR Brimob Madiun, Koramil Kebonsari, Polsek Kebonsari, SAR MTA, BAZNAS, warga sekitar serta sejumlah unsur SAR lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim SAR, peristiwa ini bermula saat korban keluar rumah tanpa pamit pada Selasa (21/4/2026) malam. Keesokan harinya, warga menemukan sepeda motor, STNK, dan sandal milik korban di atas Jembatan Ngujur. Dari temuan tersebut, korban diduga terjatuh ke sungai.

Upaya pencarian sempat dilakukan oleh warga dan relawan sejak Rabu (22/4/2026), sebelum akhirnya dilanjutkan oleh tim SAR gabungan hingga korban berhasil ditemukan. (*)

Mahasiswa UMM Kembangkan Machine Learning Semikonduktor di Lab Rahasia Taiwan

0

IDEA JATIM, ​TAIWAN – Industri semikonduktor dunia menuntut presisi mutlak tanpa celah kesalahan. Di tengah persaingan teknologi yang kaku ini, Adrian Mutu Hidayat, mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil mengambil peran krusial. Melalui Formosa Talent Internship Program, ia dipercaya meracik algoritma machine learning untuk memprediksi cacat produksi di salah satu sektor paling rahasia dan bernilai tinggi di dunia.

​Keterlibatan Adrian di National Formosa University (NFU) Taiwan membuktikan bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di level elit. Sejak Februari 2026, ia terjun langsung di Lean Management Laboratory, sebuah pusat riset yang berfokus pada efisiensi industri manufaktur berbasis data.

​Bagi Adrian, atmosfer akademik di Taiwan memberikan kejutan besar karena sangat terintegrasi dengan isu global. “Di sini hampir semua hal berbasis riset dan data. Bahkan, isu geopolitik dan kebijakan ekonomi internasional dibahas dalam konteks teknis industri,” ungkap Adrian (10/4).

​Yang membuat pencapaian ini istimewa adalah fokus risetnya pada defect prediction. Adrian bertugas mengoptimalkan penggunaan bahan baku semikonduktor yang sangat mahal dengan menekan angka kegagalan produksi. Proyek ini tidak main-main karena terhubung langsung dengan raksasa industri dunia yang menjunjung tinggi kerahasiaan data.

​“Dulu saya belum sampai ke tahap ini. Sekarang saya belajar bagaimana melakukan sebuah fokus riset yang jauh lebih spesifik dan aplikatif,” jelasnya.

​Adaptasi menjadi tantangan utama bagi Adrian. Ia harus menyesuaikan diri dengan standar akademik Taiwan yang menuntut ketelitian tinggi, kedisiplinan, dan pola pikir ilmiah yang tajam. Namun, hambatan tersebut berhasil diatasi berkat dukungan penuh dari kampus asalnya.

​Pihak UMM memberikan kemudahan administratif serta fleksibilitas konversi SKS melalui program MBKI, sehingga Adrian dapat fokus sepenuhnya pada riset di Taiwan tanpa khawatir akan hambatan studi di tanah air.

​Prestasi gemilang ini membuka “karpet merah” bagi masa depan Adrian. Ia telah mengantongi kesempatan fast track untuk melanjutkan jenjang Magister (S2) di NFU dengan durasi studi yang lebih singkat. Ini menjadi modal utama baginya untuk menembus pasar kerja global pasca kelulusan.

​Di akhir ceritanya, Adrian memberikan pesan motivasi bagi sesama mahasiswa agar berani keluar dari zona nyaman. “Kalau ingin merasakan dunia kerja global, program internasional seperti ini sangat layak dicoba. Pengalamannya benar-benar berbeda dan membuka jalan yang sangat lebar,” pungkasnya.

​Keberhasilan Adrian menjadi bukti nyata bahwa UMM sukses mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga siap menjadi pionir dalam ekosistem riset dan industri global yang progresif. (*)

Tim SAR Gabungan Evakuasi ABK Asal China di Perairan Karang Jamuang

0

IDEA JATIM, SURABAYA — Tim SAR gabungan bekerja sama mengevakuasi anak buah kapal (ABK) MV Traverse Caopeidyan, Cui Yanpo (45), warga negara China yang dilaporkan sakit dan memerlukan evakuasi medis, pada Minggu (12/4/2026) malam.

Evakuasi dilakukan setelah melalui proses yang cukup menantang di perairan sekitar Pulau Karang Jamuang. ABK tersebut diketahui membutuhkan penanganan medis intensif akibat cedera pada bagian mata saat melakukan pekerjaan di ruang mesin.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H., mengatakan bahwa setelah bertolak dari dermaga Distrik Navigasi pada pukul 21.00 WIB, KN SAR 249 Permadi baru dapat berkomunikasi dengan kru kapal MV Traverse Caopeidyan pada pukul 22.39 WIB melalui radio Ch 16.

“Pada pukul 23.00 WIB, KN SAR 249 Permadi tiba di lokasi intercept yang disepakati dan kemudian melakukan proses tender dengan MV Traverse Caopeidyan,” ujar Nanang.

Ia menjelaskan, proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati. Sekitar pukul 23.19 WIB, korban berhasil dipindahkan ke KN SAR 249 Permadi dan segera mendapatkan penanganan awal oleh tim medis dari Rumah Sakit PHC Surabaya selama perjalanan menuju ke darat.

Tim SAR gabungan juga memperhatikan kondisi cuaca berdasarkan data dari BMKG. Prakiraan cuaca maritim di lokasi menunjukkan angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan 10 knot, tinggi gelombang berkisar 0,2 hingga 0,5 meter, serta arus laut bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 0,84 knot.

KN SAR 249 Permadi akhirnya sandar di Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada pukul 01.45 WIB. Selanjutnya, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit PHC Surabaya untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

“Dengan telah dievakuasinya korban ke rumah sakit rujukan, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup,” kata Nanang.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut. Adapun unsur yang terlibat meliputi Kantor SAR Kelas A Surabaya, KSOP Utama Tanjung Perak, Ditpolairud Polda Jatim, Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak, KKP Kelas I Tanjung Perak, RS PHC Surabaya, Bea Cukai Tanjung Perak, Pelindo, serta perwakilan agen kapal. (*)