IDEA JATIM, MALANG– Sejak dilantik sebagai Kepala SMK Muhammadiyah 3 Singosari (MUGAS) pada awal Desember 2025 lalu, Muhammad Nur Yusuf Affandi, SE., M.Pd langsung tancap gas melakukan penguatan program unggulan sekolah.
Salah satu fokus utamanya adalah memastikan Teaching Factory (TEFA) dapat berjalan optimal di seluruh jurusan.
Yusuf menegaskan, SMK MUGAS memiliki modal sumber daya manusia yang kompeten untuk mengembangkan TEFA secara menyeluruh.
Dengan dukungan guru produktif yang berpengalaman serta fasilitas yang terus diperbarui, ia optimistis Teaching Factory mampu menjadi ciri khas sekolah sekaligus wahana pembelajaran berbasis industri bagi peserta didik.
“Sebenarnya fondasinya sudah kuat. SDM kami kompeten, sarana prasarana terus berkembang. Tinggal bagaimana kita memaksimalkan dan menyelaraskan dengan kebutuhan industri,” ujarnya, Rabu, (28/1/2026)
Sebelum dipercaya memimpin SMK MUGAS, Yusuf memiliki pengalaman panjang di dunia manajerial pendidikan. Selama enam tahun, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum. Dari posisi tersebut, ia terlibat langsung dalam pengembangan kurikulum, sinkronisasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta penguatan pembelajaran berbasis proyek.
Dalam perjalanannya, SMK MUGAS juga terus mendapatkan kepercayaan pemerintah melalui berbagai program strategis. Sekolah ini tercatat hampir setiap tahun menerima bantuan, mulai dari penetapan sebagai SMK Center of Excellence (COE), SMK Pusat Keunggulan, hingga SMK TEFA Kolaborasi.
Menurut Yusuf, capaian tersebut menjadi pemantik untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas.
“Dari kondisi yang sudah baik ini, saya berpikir masih ada hal-hal yang bisa kita tingkatkan lagi,” katanya.
Salah satu langkah konkret yang tengah dipersiapkan adalah perluasan kerja sama dengan industri yang benar-benar relevan dengan kompetensi keahlian di SMK MUGAS. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat link and match, sekaligus membuka peluang kerja dan wirausaha bagi lulusan.
Dalam waktu dekat, SMK MUGAS juga akan melaksanakan soft launching Teaching Factory Kuliner pada awal Februari tahap kedua.
Lokasinya berada di Pasar Singosari dan Klojen. Produk TEFA kuliner ini mengusung merek “Narakress” dengan berbagai produk seperti pizza, bakery, mocktail, dan kopi. Selanjutnya, grand launching TEFA Kuliner dijadwalkan pada 4 Februari.
“Kami berharap SMK MUGAS semakin dikenal luas melalui Teaching Factory-nya dan mampu menjadi barometer SMK, khususnya di wilayah Malang Utara dan lingkungan sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Malang,” ujarnya.
Selain pengalaman di sekolah, Yusuf juga aktif di tingkat nasional. Ia pernah menjadi fasilitator nasional Guru Penggerak dan Pengajar Praktik, serta fasilitator pendidikan nasional pada program Bantuan Pemerintah Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK).
“Kami berharap dengan kerja keras bersama semoga SMK MUGAS menjadi sekolah vokasi yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya. (*)




