Profesor UB Rancang Model Permata Mola, Cegah Hamil Anggur

IDEA JATIM, MALANG – Kasus mola hidatidosa atau yang dikenal sebagai hamil anggur masih menjadi ancaman serius bagi perempuan Indonesia.
Meski tergolong komplikasi kehamilan langka, kondisi tersebut memiliki sifat proliferatif dan invasif yang unik, bahkan berisiko berkembang menjadi Penyakit Trofoblas Maligna (PTM).
Menjawab tantangan tersebut, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Prof. Dr. dr. Tatit Nurseta, Sp. O.G., Subsp. Onk, menghadirkan inovasi bertajuk Permata Mola. Model tersebut dirancang sebagai pendekatan pencegahan integratif berbasis translasi biomedik.
Menurutnya, Permata Mola menggabungkan epidemiologi nasional, karakteristik molekuler trofoblas, regulasi hormonal, serta peran nutrisi maternal pada kelompok risiko tinggi.
“Model ini menekankan intervensi sebelum kehamilan sebagai tahap kunci untuk menurunkan insiden mola hidatidosa dan mencegah transformasinya menjadi PTM,” jelasnya saat menyampaikan penemuanya di Gedung Samantha Krida UB, Kamis, (19/2) kemarin.
Prof. Tatit juga menjelaskan, bahwa selama ini sebagian besar pasien memang dapat diselamatkan melalui kuretase dan pemantauan pasca evakuasi. Namun pada praktiknya, angka kejadian masih cukup tinggi di Indonesia, dan beberapa kasus tetap berkembang menjadi keganasan meski telah mendapat tata laksana klinis yang tepat.
Ia menilai, keunggulan Permata Mola terletak pada orientasi preventif dan kontekstual. Model ini menempatkan nutrisi maternal sebagai determinan biologis utama.

“Berdasarkan riset yang kami lakukan, ditemukan hubungan antara defisiensi protein, vitamin A, vitamin D, serta antioksidan dengan regulasi epigenetik jalur hTERT yang memicu proliferasi trofoblas abnormal,” imbuh Prof. Tatit.

Selain itu, pendekatan tersebut juga menyasar kelompok risiko tinggi, seperti primigravida usia muda serta kehamilan berulang di usia lanjut.
Menurutnya, model ini mendorong penguatan nutrisi prakonsepsi dan gaya hidup sehat melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan bidang kesehatan, pendidikan, hingga komunitas.

“Melalui Permata Mola, saya berharap pencegahan hamil anggur tidak hanya dilakukan pada fase klinis, tetapi dimulai sejak tahap prakonsepsi, demi melindungi kesehatan perempuan Indonesia secara lebih komprehensif,” ujar Prof. Tatit yang telah dikukuhkan sebagai profesor dalam bidang Obstetri dan Ginekologi, kepakaran Onkologi Ginekologi. (*)

Berita Terkini

Kios Kuliner Dewi Sartika dan Kios Mebel Pasar Bukir Sepi Peminat, Banyak Lapak Pemkot Pasuruan Kosong

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Sejumlah kios milik Pemerintah Kota Pasuruan...

Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Pasuruan Dirikan 7 Pos Pengamanan Arus Mudik dan Wisata Bromo

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Untuk memastikan arus mudik Lebaran berjalan...

Musrenbang RKPD 2027 Digelar, Bupati Rusdi Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi di Kabupaten Pasuruan

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Musyawarah Perencanaan...

MTs Almaarif 01 Singosari Gelar Safari Ramadan, Ajak Ratusan Siswa Kegiatan Edukatif

IDEAJATIM.ID, MALANG – MTs Almaarif 01 Singosari memiliki cara...
spot_img