Mengharukan, Cara SD dan SMP Insan Amanah Menjaga Martabat Kaum Duafa

IDEA JATIM, MALANG – ​Ekonomi lagi sulit. Semua orang tahu itu. Tapi di SD dan SMP Insan Amanah Malang, rumus ekonomi itu seolah tidak berlaku. Justru di tengah keluhan harga-harga, kedermawanan orang tua siswa di sana meledak.

​Angkanya konkret: 1,5 ton beras. Plus uang tunai Rp 65 juta. Plus 250 parsel untuk anak-anak yatim.

​Semua itu terkumpul hanya dalam waktu dua minggu. Luar biasa. Saya sampai harus menyimak keterangan itu dua kali. Bagaimana mungkin di saat orang berhemat, mereka justru makin kalap dalam berbagi?

​Dr. Suhardini Nurhayati, M.Pd, Kepala SD Insan Amanah, hanya bisa geleng-geleng kepala. Haru. “Subhanallah, semangat orang tua tidak pernah kendor untuk berbagi kepada sesama,” ujarnya, Jumat (13/3). Matanya berbinar saat menceritakan bagaimana wali murid begitu percaya pada sekolah.

​Tapi, bukan angka itu yang membuat saya tertarik menuliskan ini. Bukan soal satu setengah ton berasnya. Ada yang lebih subtil: Soal adab.

Soal bagaimana cara memberi tanpa melukai.

​Selama ini, kita sering melihat pembagian zakat yang kolosal. Penerima diundang. Disuruh antre. Berdiri kepanasan. Lalu difoto saat menerima bungkusan. Seolah-olah kemiskinan itu tontonan.

​Bu Dini—begitu beliau akrab disapa—memutuskan: Tidak boleh lagi ada pemandangan begitu di Insan Amanah.
​”Kami tidak ingin mereka merasa miskin. Saya tidak ingin mereka merasa ‘kecil’ karena harus ditonton saat menerima bantuan,” tegasnya.

​Maka, tahun ini konsepnya dirombak total. Revolusi adab.

​Seremonial dipangkas. Pidato-pidato panjang yang membosankan ditiadakan. Sambutan hanya 10 menit.

Itu pun isinya bukan pamer kekuatan, tapi pesan kesetaraan. Bu Dini ingin menanamkan ke anak-anak penerima santunan bahwa hidup itu berputar. Hari ini kita memberi, besok mungkin kita yang butuh mereka.

​”Siapa tahu, anak-anak yang hari ini menerima zakat, suatu saat nanti menjadi orang sukses yang luar biasa. Dan kita butuh mereka,” katanya.

Logika yang sangat tawaduk.

​Cara distribusinya pun elegan. Jemput bola.

​Tim sekolah yang bergerak. Mereka mendatangi panti-panti asuhan. Mereka mencari loper koran. Mereka menemui komunitas tunanetra. Bahkan, ada sasaran yang sangat spesifik: Ojek online (Ojol) perempuan.

​Kenapa ojol perempuan? Karena mereka pejuang. Mereka tangguh. Dan sekolah ingin menyentuh sisi kemanusiaan yang paling dalam itu.

​Bagi Bu Dini, tanggung jawab mengelola 1,5 ton beras dan puluhan juta rupiah itu berat. Amanah wali murid harus sampai ke tangan yang tepat. Ada 110 siswa dari berbagai SD negeri di Lowokwaru yang juga disantuni. Dan juga beberapa siswa dari SMP swasta yang butuh diperhatikan.

Jumat (13/3) lalu, ​di masjid sekolah suasana jadi jauh lebih tenang. Tidak ada hiruk-pikuk antrean yang melelahkan.

Hari sebelumnya, petugas supeltas (pengatur jalan) yang biasa membantu anak-anak menyeberang pun datang dan pergi dengan cepat. Efektif. Bermartabat.

​Setiap jam, panitia berkoordinasi. Memastikan tidak ada celah dalam distribusi. Kepercayaan (trust) adalah mata uang yang paling mahal di sekolah ini.

​Pelajaran dari Insan Amanah ini sederhana tapi tajam: Memberi itu soal hati, bukan soal gengsi. Zakat itu membersihkan harta, tapi caranya jangan sampai mengotori hati si penerima.

​Tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu. Kalaupun orang tua siswa harus tahu laporannya, cukup lewat dokumentasi yang santun. Bukan lewat panggung yang megah tapi menyakitkan bagi yang di bawah.

​Ekonomi boleh sulit, tapi martabat manusia tetap harus nomor satu.

Begitulah cara Insan Amanah mendidik siswanya. Bukan lewat teori di buku, tapi lewat aksi nyata.

​Zakat satu setengah ton itu pun tuntas. Bukan hanya perut yang kenyang, tapi harga diri yang tetap terjaga. Itulah esensi Ramadan yang sesungguhnya. (*)

Berita Terkini

Polres Pasuruan Siapkan 7 Pos Pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026, Ratusan Petugas Diterjunkan

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Polres Pasuruan menyiapkan tujuh pos pengamanan...

UNITRI dan Jurus Kartu ATM

IDEA JATIM, MALANG - Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang...

Satpolairud Polres Pasuruan Kota Amankan Nelayan Pengguna Jaring Trawl

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud)...

Cara SMANAS Malang Kemas Pondok Ramadan: Dari Film 172 Days Hingga Syiar Takjil

IDEA JATIM, MALANG – Ramadan di SMA Nasional (SMANAS)...
spot_img