IDEA JATIM, MALANG – Menjelang pelaksanaan ujian akhir kelas IX, MTs Almaarif 01 Singosari menggelar kegiatan Ziarah Wali 5 sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan penguatan karakter religius siswa.
Kegiatan rutin tahunan ini dilaksanakan pada Rabu (4/2/2026) dan diikuti seluruh siswa kelas IX dengan penuh khidmat.
Ziarah tersebut menjadi sarana bagi peserta didik untuk memanjatkan doa setelah menempuh proses pembelajaran selama tiga tahun.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala MTs Almaarif 01 Singosari, Dwi Retno Palupi, M.Pd, Kamis, (5/2/2026) kemarin. Menurutnya, melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan bertawasul serta memohon kemudahan dalam menghadapi ujian.
“Kegiatan ini menjadi pembuka sekaligus penguat spiritual bagi siswa sebelum melanjutkan perjalanan ke sejumlah makam para wali,” ujar Palupi.

Palupi juga menjelaskan, sebelum melaksanakan rangkaian ziarah Wali 5, para siswa terlebih dahulu berziarah ke makam Mbah Bungkuk atau Mbah Thohir pada Senin (2/2/2026).
Adapun lokasi yang menjadi tujuan ziarah meliputi makam Sunan Ampel di Surabaya, Sunan Bonang di Tuban, Asmoroqondi, Sunan Drajat di Lamongan, serta Maulana Ishak sebagai tujuan terakhir.
Di setiap lokasi, siswa melaksanakan doa bersama dengan tertib dan penuh kekhusyukan.
Kegiatan Ziarah Wali 5 ini juga merupakan bagian dari program pembinaan karakter dan spiritual siswa.
“Ziarah ini bertujuan memberikan pengalaman spiritual kepada peserta didik, agar mereka terbiasa mendoakan para wali serta memanjatkan doa-doa terbaik dengan tawassul dan tabarruk,” imbuhnya.

Menurutnya, pembelajaran di madrasah tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia.
“Setelah belajar selama tiga tahun, anak-anak perlu dibekali dengan doa dan keteladanan. Harapannya, mereka semakin termotivasi meneladani perjuangan para wali, memiliki akhlakul karimah, serta lebih giat belajar,” tambahnya.

Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Selain berdoa, mereka juga mendapatkan pembelajaran sejarah Islam dan perjuangan dakwah para wali dalam menyebarkan ajaran Islam di Nusantara.
“Kami berharap para siswa lebih siap secara mental, spiritual, dan akademik dalam menghadapi ujian akhir nanti serta melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” pungkasnya. (*)




