IDEA JATIM, MALANG – Immersion Program, salah satu program unggulan SMP Insan Amanah. Memberikan kesempatan pada siswa belajar ke luar negeri. Belajar dengan pengalaman kontekstual. Bahasa Inggris dan budaya lintas negara.

Seperti saat ini, lima siswa SMP Insan Amanah berada di luar negeri. Mereka sedang mengikuti Program Immersion. Program internasional SMP Insan Amanah. Selama lima hari, sejak 25 Januari lalu.
Program Immersion kali ini ke Malaysia dan Thailand. Guru dan siswa mengunjungi tempat-tempat edukatif yang ada di Kuala Lumpur. Lalu kunjungan studi ke SMK Presint Putrajaya 15.1. Sedangkan di Thailand berkunjung ke KBRI Bangkok, Chulalongkorn University dan tempat bersejarah di Bangkok.

Kepala SMP Insan Amanah, Sri Endah Pujiningrum, S.Si mengatakan, Immersion Program sudah dicanangkan sejak 2023 lalu. Dan sudah tiga kali dilaksanakan. Sebuah pembelajaran internasional yang memberikan pengalaman langsung (experiential learning) bagi peserta didik untuk hidup dan belajar di lingkungan baru.
“Program ini merupakan upaya strategis kami untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang budaya dan bahasa internasional. Sebuah pembelajaran kontekstual. Mengajarkan anak untuk praktik langsung keterampilan komunikasi mereka, terutama Bahasa Inggris,” terang Endah.
Dia menuturkan, di kegiatan immersion pertama tahun 2023 lalu, anak didiknya kunjungan studi ke Singapura, Vietnam, Thailand dan Malaysia. Pada saat itu mengunjungi konjen di Ho Chi Minh dan tempat bersejarah di Ho Chi Minh, Islamic School Santichon Bangkok, sekolah Indonesia yang ada disana dan KBRI Bangkok.
Sedangkan immersion kedua, siswa SMP Insan Amanah mengunjungi SMK Presint Putrajaya 11.2 Kuala lumpur Malaysia, Universitas Kebangsaan Malaysia dan tempat bersejarah di Penang Malaysia dan Hatyai Thailand.
Endah menegaskan, pengalaman belajar kontekstual sangat penting. Untuk penguatan pembelajaran di sekolah. Ada banyak yang didapat siswa selama proses belajar tersebut. Wawasan budaya dan bahasa siswa semakin meningkat. Immersion juga mengajarkan soft skill dan kemampuan adaptasi. Sehingga ini penting untuk persiapan karir dan wawasan global.
“Maka program ini kami nilai sangat strategis untuk penguatan kompetensi dan wawasan kebangsaan. Karakter anak semakin kuat. Kami dapat membangun relasi internasional dan memperluas wawasan mengenai prospek karir di masa depan,” terang Endah.
Immersion dirancang untuk siswa kelas 7, 8 dan 9. Meskipun begitu mereka yang memenuhi kriteria saja yang diperbolehkan. Tugas siswa dalam kegiatan ini menulis jurnal dan mendokumentasikan kegiatan. Bahan tersebut nantinya dijadikan penulisan buku.
Siswa juga mendapat kesempatan untuk praktik Bahasa Inggris. Mereka berkomunikasi dengan warga lokal. Mencari informasi tentang budaya dan daerah yang dikunjungi.
“Masing-masing siswa diberikan tugas proyek untuk membuat vlog dan mengkampanyekan pada siswa yang lain tentang praktik baik immersion program. Membuat laporan kegiatan, menulis buku yang berisi tentang catatan pengalaman menjadi peserta immersion program. Buku tersebut akan didaftarkan ISBN,” tuturnya.(*)





