IDEA JATIM, BATU – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto, bertindak sebagai Pembina Upacara dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kota Batu yang digelar di Balai Kota Among Tani, Senin (4/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Heli membacakan amanat tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan transformasi pendidikan melalui pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam).
Mengawali sambutannya, Heli Suyanto menyampaikan bahwa Hardiknas adalah momentum untuk merefleksikan kembali spirit pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia. Ia menekankan bahwa inti dari pendidikan adalah memuliakan potensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia.
“Pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan fitrah manusia agar menjadi insan yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, dan mandiri. Sesuai amanat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, kita harus membangun SDM yang unggul untuk menjadikan Indonesia negara maju dan bermartabat,” ujar Heli saat membacakan naskah menteri.
Dalam pidato tersebut, Heli memaparkan lima kebijakan strategis kementerian yang menjadi fokus pemerintah saat ini. Meliputi Pembangunan dan Revitalisasi, program ini mencakup digitalisasi pembelajaran melalui papan interaktif digital yang telah didistribusikan ke lebih dari 288.000 satuan pendidikan.
Kemudian Kesejahteraan Guru, pemerintah memberikan beasiswa Rp3.000.000 per semester bagi guru yang belum S1/D4 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Target penerima beasiswa melonjak menjadi 150.000 guru pada tahun 2026.
Tunjangan Langsung, kini tunjangan sertifikasi guru ditransfer langsung setiap bulan, termasuk pemberian insentif bagi guru honorer. Budaya ASRI dengan sekolah didorong menciptakan atmosfer yang Aman, Sehat, Risiko (terkendali), dan Indah (ASRI) agar menjadi rumah kedua bagi murid.
Penguatan Karakter lewat penerapan program “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” (7KAIH) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari experiential learning.
Lebih lanjut, Heli menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen memberikan layana pendidikan yang mudah, murah, dan fleksibel. Hal ini diwujudkan melalui peningkatan sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, serta layanan khusus bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) melalui sekolah inklusi yang berkeadilan.
“Kementerian telah meletakkan fondasi ‘pendidikan bermutu untuk semua’ dengan mengintegrasikan peran sekolah, keluarga, masyarakat, dan media,” tuturnya.
Menutup pidatonya, Plt Wali Kota Batu mengajak seluruh insan pendidikan untuk memiliki pola pikir (mindset) yang maju dan mental yang kuat. “Tanpa itu, semua kebijakan hanya akan berhenti sebagai formalitas angka-angka kuantitatif saja. Mari kita perkuat kerja sama menuju Indonesia yang cerdas dan bermartabat,” pungkas Heli. (*)




