IDEA JATIM, MADINAH — Ketua Kloter 11, Dr. H. Subhan, M.Si. sekaligus Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Malang, menyampaikan himbauan dan informasi kepada jamaah haji Kota Malang yang berjumlah 1.203 orang saat beliau berada di Hotel Shaza Regency Madinah pada Sabtu (2/5/2026) siang ini.
Dalam arahannya, beliau menyampaikan rasa syukur karena jamaah haji Kota Malang tetap semangat menjalankan ibadah selama berada di Masjid Nabawi. Jamaah diharapkan terus menjaga semangat ibadah dengan tetap memperhatikan kondisi fisik dan kesehatan masing-masing. “Jangan lupa suhu di Madinah dan Mekah berbeda dengan di Kota Malang. Jamaah diharapkan bisa menyesuaikan diri dan menjaga kondisi tubuh,” pesan beliau kepada jamaah.
Selain itu, jamaah juga diingatkan agar tidak melewatkan asupan makanan yang telah disediakan oleh pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah. Menurutnya, konsumsi yang cukup sangat penting untuk menjaga stamina selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Beliau juga mengimbau jamaah untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan. Apabila merasa kurang sehat atau mengalami gangguan kesehatan, jamaah diminta segera menghubungi tim kesehatan kloter masing-masing agar segera mendapatkan penanganan.
Abah Subhan, panggilan akrab Ketua Kloter 11 tersebut, juga berpesan agar jamaah menjaga keseimbangan antara semangat ibadah dan kondisi fisik selama berada di Madinah maupun nantinya saat berada di Makkah.
“Selama di Madinah dan nanti di Mekah, mari kita manfaatkan kesempatan ibadah ini dengan sebaik-baiknya. Namun jamaah juga harus bijak menjaga tenaga, menjaga kesehatan, serta mengatur waktu istirahat agar rangkaian ibadah haji dan umroh dapat dijalankan dengan lancar dan khusyuk,” ungkap Abah Subhan.
Sementara itu, menjelang keberangkatan menuju Mekah pada beberapa hari ini kloter Malang, dan pada Ahad, 3 Mei 2026, pemberangkatan Kloter 11, beliau menyampaikan beberapa ketentuan dan teknis pendorongan jamaah menuju Mekah.
Dalam keterangannya, jamaah diminta menyiapkan koper besar dan tas kabin di depan kamar masing-masing paling lambat pukul 01.00 WAS atau delapan jam sebelum keberangkatan. Empat jam sebelum keberangkatan, bus rombongan telah disiapkan di depan hotel sesuai pembagian masing-masing.
Dua jam sebelum keberangkatan, jamaah dimohon keluar dari kamar, memastikan tidak ada barang tertinggal, kemudian langsung menuju bus yang telah ditentukan. Jamaah laki-laki juga diharapkan telah mengenakan pakaian ihram sejak dari hotel.
Selain itu, kunci kamar wajib dikembalikan ke resepsionis hotel sebelum keberangkatan. Penempatan jamaah mengikuti manifest rombongan dan bus masing-masing. Apabila terpisah dari rombongan, jamaah tetap diminta berangkat sesuai bus yang telah ditentukan.
Ia juga menjelaskan bahwa paspor jamaah akan dipegang oleh sopir atau petugas perpanjangan syarikah selama perjalanan. Untuk jamaah yang sedang sakit, paspor akan dipegang pihak syarikah, sementara koper dapat dititipkan pada bus asal dan paspor dititipkan melalui KKHI.
Selama perjalanan menuju Mekah, konsumsi jamaah telah difasilitasi. Seluruh jamaah diharapkan menjaga ketertiban, tidak terlambat, serta tetap menjaga kondisi kesehatan menjelang perjalanan ibadah menuju Tanah Suci.
“Semoga perjalanan ibadah haji diberikan kelancaran, kesehatan, dan keberkahan oleh Allah SWT. Aamiin,” tutup Abah Subhan. (SW)




