IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Suasana khidmat malam takbiran di wilayah Karangketug, Kota Pasuruan, Jumat (20/3/2026) berubah menjadi momen penuh perjuangan.
Di tengah gema takbir yang berkumandang menyambut Hari Raya Idul Fitri, warga justru harus berjibaku menghadapi genangan air yang mulai merangsek masuk ke permukiman.
Hujan deras yang mengguyur sejak sore hari memicu meluapnya Sungai Welang. Air dengan cepat menggenangi sejumlah titik, termasuk kawasan Rujakgadung. Kondisi ini membuat warga tak punya banyak waktu untuk bersiap. Sebagian dari mereka bahkan harus mengamankan barang-barang berharga sambil tetap berusaha menjaga tradisi malam takbiran.
Pemandangan kontras pun terlihat. Di satu sisi, lantunan takbir terus menggema dari masjid dan musala. Namun di sisi lain, warga terlihat sibuk menghalau air, membuat tanggul darurat, hingga mengevakuasi barang ke tempat yang lebih tinggi.
Meski diterpa banjir, semangat kebersamaan warga tak surut. Mereka saling bahu-membahu membantu tetangga, memastikan kondisi lingkungan tetap terkendali. Beberapa warga juga tetap melaksanakan takbiran secara sederhana di tengah keterbatasan.
Sementara itu, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pasuruan (BPBD) turut bergerak cepat dengan menerjunkan personel ke sejumlah titik rawan di sepanjang bantaran Sungai Welang. Petugas melakukan pemantauan intensif sekaligus mengidentifikasi penyebab utama luapan air.
Dari hasil pemantauan, ditemukan adanya penyempitan aliran sungai di beberapa titik yang menghambat laju air menuju muara, terutama saat curah hujan tinggi. Kondisi tersebut memperparah luapan hingga masuk ke kawasan permukiman warga.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik suka cita menyambut hari kemenangan, ada ujian yang harus dihadapi dengan kesabaran dan solidaritas. Malam yang seharusnya penuh kebahagiaan, berubah menjadi kisah ketangguhan warga Karangketug dalam menghadapi bencana. (*)



