IDEA JATIM, MALANG – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang melepaskan 74 mahasiswa Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) ke-4, Sabtu (24/1) lalu. Bertempat di Kampus 3 Agroedupark Wagir. Kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan pada Senin (26/1).
Ketua Pelaksana PMT 4, Fendiyatmi Kusufa, S.E., M.M., mengatakan Program pengabdian kepada masyarakat bukan hanya sekadar menjadi program akademik, melainkan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi bagi lingkungan sekitar. Dia juga menjelaskan bahwa kegiatan dirancang fleksibel agar mahasiswa tetap dapat menyelesaikan studi tepat waktu.
“Hari Senin hingga Kamis mahasiswa fokus mengerjakan tugas akhir, sedangkan Jumat dan Sabtu dimanfaatkan untuk kegiatan PMT pemberdayaan masyarakat. Targetnya mahasiswa bisa lulus maksimal empat tahun, bahkan diharapkan 3 tahun 8 bulan sudah wisuda,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi pelaksanaan PMT pertama di Kampus 3 UNITRI.
Sebanyak 74 mahasiswa Fakultas Pertanian dari Program Studi Agribisnis, Agroteknologi, dan Peternakan diterjunkan ke Desa Dalisodo dan Desa Jedong, Kecamatan Wagir, selama 24 Januari–24 Februari 2026. Program difokuskan pada pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian, peternakan, dan agribisnis.
Kegiatan pembekalan dan pelaksanaan PMT ini melibatkan unsur internal kampus, mulai dari Rektor, Wakil Rektor I, II, dan III, Ketua LPPM, Ketua Pelaksana PMT, Kepala Bagian Pengabdian Masyarakat, seluruh DPL PMT bidang pertanian, Dekan Fakultas Pertanian, Wakil Dekan Fakultas Pertanian, hingga Dosen Pertanian.
Sementara dari unsur eksternal hadir Camat Wagir beserta jajaran, Kapolsek Wagir yang diwakili Wakapolsek Ipda Heru Wahono, S.H., Koramil Wagir Kapten Infanteri Ignatius Sriyadi, Babinsa, serta perangkat Desa Dalisodo dan Jedong.
Adapun materi pembekalan menekankan pentingnya etika dan sopan santun di masyarakat, akhlak yang baik, ketaatan terhadap hukum, penyesuaian budaya, serta pemahaman kondisi sosial, budaya, ras, dan kesukuan masyarakat setempat. Hal ini menjadi penting mengingat sebagian besar mahasiswa berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Rektor UNITRI, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, S.E., M.Com., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran UNITRI di Wagir dilandasi niat baik untuk berkontribusi nyata.
“UNITRI datang ke Wagir dengan niat baik untuk bersama-sama mengembangkan potensi wilayah. Tidak hanya sekadar melakukan aktivitas akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. PMT menjadi implementasi langsung dari ilmu yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan, terutama dalam hal etika, sopan santun, dan cara berkomunikasi,” tegasnya.
Senada, Wakil Rektor I UNITRI mengingatkan mahasiswa agar menjaga sikap dan menghindari hal-hal negatif selama berada di tengah masyarakat karena mereka turut membawa nama baik Kampus 3 yang masih berkembang.
Mahasiswa dibagi dalam 7–10 kelompok tematik sesuai bidang keilmuan. Program kerja meliputi pembuatan pupuk organik cair (POC), pestisida nabati, penanaman, pengelolaan pascapanen, hingga edukasi pertanian bagi siswa SD dan SMP melalui konsep education farming. Mahasiswa Agribisnis berperan dalam proses sortasi dan pengemasan hasil panen.
Dosen Pembimbing Lapangan, Umi Riofiatun, SP., MP, menilai pelaksanaan PMT perdana di Kampus 3 berjalan baik dan menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan antara panitia, DPL, dan mahasiswa agar program berikutnya semakin matang.
Melalui kegiatan PMT ke-4 ini, UNITRI berharap kegiatan pengabdian memberi dampak langsung bagi masyarakat Wagir sekaligus mempererat hubungan Kampus 3 dengan lingkungan sekitar. (*)




