IDEA JATIM, MALANG – Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) diresmikan sebagai Samsung Digital Lighthouse School. Peresmian yang berlangsung di Harvard Hall, Thursina IIBS ini, dihadiri oleh pimpinan regional Samsung Electronics, otoritas pendidikan daerah, serta jajaran kepemimpinan Thursina.
Standar Internasional dan Akreditasi Global
Dalam sambutannya, CEO Thursina IIBS, Nur Abidin, M.Ed., Ed.D., menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Thursina dalam menjaga kualitas pendidikan. Ia menekankan bahwa selama satu dekade terakhir, Thursina telah mengupayakan berbagai akreditasi internasional untuk memastikan standar terbaik bagi para santri.
“Thursina telah diakreditasi oleh ISO, yang berarti setiap aspek operasional sekolah dipantau secara ketat. Kami juga diakreditasi oleh Kementerian Agama, serta mendapatkan pengakuan internasional dari Universitas Madinah di Arab Saudi, yang memberikan jalur khusus bagi lulusan kami,” ujar Nur Abidin. Ia menambahkan bahwa kemitraan dengan Samsung sebagai Digital Lighthouse School adalah tonggak penting untuk menjadikan teknologi sebagai pilar utama dalam pembelajaran di masa depan.
Hadir mewakili Pemerintah Provinsi,
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang Dwi Anggraeni, S.Pd., M.Pd. Dia memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini.
Ia berharap Thursina IIBS dapat menjadi role model bagi sekolah-sekolah lain dalam pemanfaatan teknologi secara efektif.
“Kami berharap Thursina dapat menjadi percontohan bagaimana penggunaan perangkat seperti Samsung Galaxy Tab dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan interaksi di dalam kelas. Ini adalah langkah besar untuk pendidikan di Malang dan Indonesia,” ungkap Dwi Anggraeni.
VP & Regional Head of Mobile Experience Business, Samsung Electronics SEA & Oceania, Carl Nordenberg menjelaskan bahwa program Digital Lighthouse School bukan sekadar tentang pemberian perangkat, melainkan pembangunan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. “Kami mengamati bahwa banyak sekolah berinvestasi pada alat digital, namun hasilnya tidak merata. Masalahnya seringkali bukan pada teknologi, melainkan pada dukungan terhadap guru,” jelas Nordenberg.
Ia menekankan tiga pilar utama dalam program ini. Pertama, dukungan pada guru. Menurutnya, guru adalah pusat pembelajaran. Maka Samsung berkomitmen memberikan pelatihan agar guru percaya diri dalam berinovasi.
Kedua, Komitmen Kepemimpinan. Pemimpin sekolah harus menciptakan lingkungan yang mendukung perubahan. Ketiga, Pola Pikir (Mindset). Digital Lighthouse School didefinisikan oleh kemauan sekolah untuk terus belajar, tumbuh, dan beradaptasi.
“Melalui peresmian ini, Thursina IIBS kini tergabung dalam jaringan sekolah inovatif Samsung di Asia Tenggara dan Oseania. Kemitraan ini diharapkan dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk melakukan transformasi serupa guna menyiapkan generasi muda yang kompetitif di era digital,” harapnya. (*)



