Jumat, 27 Februari, 2026

Strategi UNMER Malang Wujudkan Kampus Berdampak Lewat Kolaborasi Global dan Universitas San Pedro

IDEA JATIM, ​MALANG – Universitas Merdeka (UNMER) Malang terus memperkuat eksistensinya di kancah internasional melalui program strategis “Kampus Berdampak”. Langkah terbaru diwujudkan dengan menjajaki kerja sama strategis bersama Universitas San Pedro, Kupang, sekaligus menghadirkan sesi berbagi wawasan (insight sharing) bersama para praktisi pendidikan dari Amerika Serikat di Gedung Rektorat UNMER Malang, Selasa (23/2).

​Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan UNMER Malang, termasuk para Wakil Rektor, Dekan, dan Kepala Program Studi Pascasarjana. Hadir pula Ketua Yayasan Universitas San Pedro, Jonson Dethan, didampingi empat pakar pendidikan internasional: Alexander Dwyer, Noah Doolan, Philip Dehart, dan David Green.

​Wakil Rektor I UNMER Malang, Pindo Tutuko, S.T., M.T., Ph.D., menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari visi besar universitas untuk memberikan dampak nyata bagi civitas academica. ​”Inisiatif ini merupakan pijakan penting untuk kolaborasi yang berkelanjutan. Ini adalah ruang bagi kita untuk saling berbagi edukasi mengenai perbedaan sistem pendidikan di dalam dan luar negeri. Mahasiswa dan civitas academica mendapat kesempatan melihat langsung berbagai pendekatan pendidikan global yang pada akhirnya akan memperluas wawasan akademik mereka,” ujar Pindo Tutuko.

​Dalam sesi diskusi, para pakar menyoroti tantangan mahasiswa di era global yang semakin dinamis. David Green, salah satu narasumber tamu, menekankan pentingnya kemampuan adaptasi dan evaluasi diri bagi mahasiswa agar mampu bersaing di luar negeri. ​”Mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk menilai diri sendiri secara jujur (self-assessment) dan tetap fokus pada solusi di tengah perbedaan budaya atau sistem pendidikan yang mereka hadapi,” jelas David.

​Hal senada disampaikan oleh Philip Dehart dan Noah Doolan. Menurut mereka, kesuksesan profesional di masa depan tidak hanya bergantung pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada kecerdasan emosional dan komunikasi.
​”Kesadaran diri, pemahaman lintas budaya, serta komunikasi yang baik adalah fondasi utama pengembangan profesional. Mahasiswa harus fleksibel dan tidak hanya terpaku pada satu bidang ilmu saja,” tambah mereka dalam sesi tersebut.

​Selain kerja sama antar-universitas, pertemuan ini juga menekankan pentingnya pendekatan pendidikan multidisiplin. Hal ini diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan kemampuan menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks dan tidak lagi bisa diselesaikan dengan satu perspektif keilmuan saja.

​Melalui kemitraan dengan Universitas San Pedro dan jaringan pakar global ini, UNMER Malang membuktikan komitmennya untuk tidak hanya menjadi menara gading, tetapi menjadi “Kampus Berdampak” yang mencetak lulusan berwawasan luas, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi masyarakat luas. (*)

Berita Terkini

Wujudkan Ketahanan Pangan di Jawa Timur; Pemerintah Kota Batu Dapatkan Apresiasi Gubernur KIP

IDEA JATIM, SURABAYA – High Level Meeting (HLM) Tim...

Mahasiswa KKN UMM 10 Pasang Papan Edukasi “Waktu Urai Sampah” di Desa Wiyurejo

IDEA JATIM, MALANG – Upaya meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat...
spot_img