IDEA JATIM, MALANG – MTs Negeri 3 Malang sukses menggelar Pondok Ramadan selama tiga hari hingga, sejak Senin, (23/2) hingga Rabu, (25/2) kemarin.
Pondok Ramadan 1447 H menjadi momentum strategis pembentukan karakter siswa menuju pribadi yang taat, peduli, serta memiliki kesadaran ekologis sebagai bagian dari keimanan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala MTsN 3 Malang, Dra. Hj. Warsi, M.Pd bahwa, tujuan dari Pondok Ramadan tahun ini sesuai dengan tema, yakni “Ramadan Membentuk Pribadi Taat, Peduli, dan Bertanggung Jawab”.
Ia juga menjelaskan, Ramadan bukan sekadar bulan ibadah ritual, melainkan ruang pendidikan nilai yang menyentuh dimensi keimanan dan tanggung jawab ekologis.
Ia menekankan pentingnya kesadaran ekoteologi, yakni memandang kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah SWT.
“Puasa mengajarkan kita menahan diri, termasuk dalam menggunakan sumber daya alam secara berlebihan. Ketika kita berwudhu dengan hemat air, menjaga kebersihan, dan tidak merusak lingkungan, itu bagian dari ibadah. Cinta kepada Allah harus tercermin dalam cinta kepada ciptaan-Nya,” tegasnya.
Hj. Warsi juga menyampaikan, selama tiga hari pelaksanaan, peserta didik mengikuti berbagai materi dan praktik ibadah, di antaranya tadarus Alquran, pemahaman puasa, zakat dan sedekah, praktik zakat fitrah kepada amil, thaharah dan wudhu hemat air, shalat berjamaah dan makmum masbuk, ekoteologi, serta penguatan adab di atas ilmu.
“Pembelajaran dirancang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif melalui diskusi, studi kasus, dan praktik langsung untuk membangun pembiasaan yang nyata,” imbuh Hj. Warsi.
Ia juga menyampaikan, kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen MTsN 3 Malang dalam menanamkan nilai cinta kepada Allah dan RasulNya, cinta kepada sesama, dan cinta kepada lingkungan sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
“Kami berharap, kegiatan ini melahirkan generasi yang tidak hanya memahami ajaran Islam secara konseptual, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)




