IDEA JATIM, MALANG – Mengisi Ramadan 1447 Hijriah, MA Almaarif Singosari menggelar Pondok Pesantren Ramadan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Teknologi Almaarif Singosari, Rabu-Kamis (25–26/2/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum pembiasaan ubudiyah dan penguatan karakter siswa, baik yang tinggal di pondok maupun siswa rumahan.
Sebanyak 100 siswa (nonpondok) mengikuti rangkaian kegiatan di lingkungan pesantren Almaarif. Sementara siswa yang menetap di pondok pesantren menjalani program pondok Ramadan di madrasah dengan agenda pembinaan spiritual dan penguatan adab.
Selama dua hari pelaksanaan, para siswa mendapatkan beberapa materi dari alumni MA Almaarif Singosari. Materi Tahsin Bittalaqi disampaikan oleh Zaky Arrosyidi (Alumni 2021). Selain itu, digelar dialog alumni bersama Ahmad Irsyad Asaddullah, S.Hum. (Alumni 2019) yang berbagi pengalaman perjalanan akademik dan kariernya.
Kepala MA Almaarif Singosari, Khoirul Anam, S.Pd., MM, menegaskan bahwa kehadiran alumni sebagai pemateri bukan sekadar mengisi materi, tetapi menjadi inspirasi nyata bagi siswa.
“Alumni adalah bukti bahwa kesungguhan belajar dan menjaga adab kepada guru akan mengantarkan pada kesuksesan. Kami berharap Pondok Ramadan ini membentuk karakter siswa yang lebih tawadhu dan istiqomah dalam menjalankan ubudiyah,” ujarnya.
Anam juga menyampaikan, kegiatan pondok Ramadan tahun ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda agar seluruh siswa dapat mengikuti pembinaan secara maksimal.
Khusus di madrasah, digelar talk show bertema “Ketika Adab Bertemu Ridho Guru” yang akan disampaikan oleh Ainur Roziqin, S.I.Kom. (Alumni 2018) pada Kamis (26/2) pagi ini.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan Ramadan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga ruang pembentukan spiritualitas dan karakter generasi muda yang berilmu dan berakhlak,” pungkasnya. (*)



