Kamis, 29 Januari, 2026

Merahkan Gajayana, Sekolah Kosayu Unit Soetomo Senam Tai Chi Bersama

IDEA JATIM, MALANG – Kolaborasi SMPK Kolese Santo Yusup 1 dengan SDK Kolese Santo Yusup 2 menyajikan pertunjukan yang mengagumkan. Sebanyak 1000 orang dari Sekolah Santo Yusup Unit Soetomo ini menampilkan Senam Tai Chi. Terdiri dari siswa, guru dan orang tua . Mereka sukses memerahkan lapangan Gajayana, yang menjadi tempat acara, Jumat (23/1) lalu.

Senam Tai Chi,Kosayu
KOMPAK: Ketua Yayasan Kolese Santo Yusup, Pater Agustinus Lie, CDD bersama pengurus yayasan, Kepala SDK Kosayu 2, Magdalena Yuli Nugrowati, S.Pd, Kepala SMPK Kolese Santo Yusup 1, Tjiong Mei Tjien, S.Pd., MM serta dewan guru foto bersama usai senam

Kolaborasi apik ini sebagai bentuk persembahan untuk Yayasan Kolese Santo Yusup Hua Ind yang telah mencapai usia 75 tahun. “Ini merupakan persembahan spesial dari Sekolah Kolese Santo Yusup Unit Sutomo untuk Hua Ind yang kini berulang tahun ke-75. Kami berkolaborasi dengan SMP dengan menampilkan Senam Tai Chi,” ucap Kepala SDK Kosayu 2, Magdalena Yuli Nugrowati, S.Pd.

Dia mengungkapkan untuk penampilan spektakuler ini, dibutuhkan latihan hingga tiga bulan. Sehingga sukses memberikan penampilan yang istimewa. “Semangat kami ingin mengembalikan budaya luhur, karena mayoritas siswa kami beretnis Tionghoa. Selain juga Tai Chi ini membuat tubuh kita sehat,” ujar Magdalena.

Ada sebanyak 450 siswa SD yang tampil. Dan 350 siswa SMP. Dari guru ada 50 orang dan orang tua siswa 150 orang. Total sebanyak 1000 orang yang tampil serentak dengan baju merah khas Tionghoa.

Kepala SMPK Kolese Santo Yusup 1, Tjiong Mei Tjien, S.Pd., MM mengungkapkan selama 75 tahun perjalanannya, Yayasan Kosayu Hua Ind menghasilkan warisan besar untuk pendidikan anak bangsa. Motto Tetap Bersemangat, bukan sekedar slogan. Tapi sebuah legacy yang berharga.
“Demikian Tai Chi. Tidak boleh hilang. Karena sebuah warisan dari leluhur Tionghoa. Karena itu perlu kami orbitkan kembali. Sebab generasi muda sudah banyak yang tidak kenal Tai Chi,” ucap Monika, sapaan akrabnya.

Menurutnya, Tai Chi melatih ketenangan, keseimbangan dan kejernihan pikiran. Implikasinya, dengan pikiran yang tenang maka proses belajar semakin bagus. Siswa menjadi lebih fokus. Dengan ketenangan, anak mampu memberikan solusi terbaik dalam sebuah permasalahan.

“Kami ingin mengenalkan pada anak bahwa ada olahraga yang halus tapi memiliki kekuatan besar. Yaitu Tai Chi. Melatih ketenangan, kesabaran dan keteguhan,” terangnya.

Monika berharap, di usia yang sudah mencapai 75 tahun Yayasan Kosayu kedepan memiliki arah pendidikan yang lebih jelas. “Dan semakin mampu memberikan pendidikan pada generasi muda. Siap menghadapi era perkembangan zaman tanpa meninggalkan semangat yang diwariskan oleh leluhur,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kolese Santo Yusup, Pater Agustinus Lie, CDD mengatakan kesederhanaan dalam Tai Chi mengandung banyak makna. Meskipun berada di tengah perbedaan, tetapi mampu membuat gerakan bersama. “Dalam gerakan halus Tai Chi, disitulah terdapat kekuatan. Dan kekuatan itulah yang membuat kita mampu menghadapi tantangan dari zaman ke zaman,” ujarnya saat sambutan.

Dia menambahkan, Kolese Santo Yusup mempunyai moto Tetap Bersemangat. Dan dengan semangat itu, guru, siswa dan orang tua bergerak bersama-sama, maju membina keselarasan dan harmoni. “Kami ucapkan terima kasih sudah berlatih bersama, dan juga kepada orang tua serta pelatih, selamat telah tampil terbaik,” pungkasnya. (*)

Berita Terkini

Cara Menumbuhkan Semangat Belajar Anak Tanpa Paksaan

IDEA JATIM, Semangat belajar anak sering kali naik turun....

Peringati Harlah NU ke-103, MTs Almaarif 01 Singosari Luncurkan Profil Pelajar KEREN

IDEA JATIM, MALANG – MTs Almaarif 01 Singosari secara...

Pemkot Batu Siapkan Langkah Konservasi Umbul Gemulo, Tegaskan Komitmen Pemerintah Jaga Sumber Air

IDEA JATIM, BATU – Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya...
spot_img