MALANG, IDEA JATIM – Gema prestasi Universitas Negeri Malang (UM) semakin nyaring terdengar di kancah internasional. Tak tanggung-tanggung, dua panggung besar dunia, yakni lintasan atletik ASEAN Para Games 2025 di Thailand dan sirkuit inovasi Shell Eco-Marathon 2026 di Qatar, menjadi saksi ketangguhan mahasiswa UM.
Sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan mereka, jajaran pimpinan universitas menggelar seremoni apresiasi di Graha Rektorat UM pada Rabu (28/1). Suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan saat para jawara menceritakan kembali perjuangan mereka mengibarkan bendera Merah Putih.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari ekosistem pendidikan yang mengedepankan growth mindset. Menurutnya, mahasiswa UM tidak hanya didorong untuk unggul secara akademik, tetapi juga memiliki mentalitas petarung di level global.
“Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa disiplin dan proses panjang tidak akan mengkhianati hasil. Kami di UM berkomitmen penuh untuk terus menyediakan karpet merah bagi mahasiswa yang ingin berinovasi dan berkompetisi, mulai dari level Asia hingga dunia,” tutur Prof. Hariyono dengan nada optimis.
Salah satu sorotan utama jatuh pada sosok Joko Muliyono. Mahasiswa S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) ini tampil mengejutkan pada debut internasionalnya di ASEAN Para Games Thailand 2025. Meski berstatus pendatang baru, Joko sukses menyabet tiga medali sekaligus: dua medali perak di nomor Men’s 100 meter dan 200 meter T46, serta satu medali perunggu di nomor 200 meter T46.
Perjalanan Joko menuju podium tidaklah mudah. Ia harus menghadapi menu latihan fisik yang menguras energi selama tiga bulan penuh. “Tantangan terberat adalah menjaga konsistensi. Kami berlatih intensif dengan waktu istirahat yang sangat minim. Di Thailand, saya juga harus beradaptasi cepat dengan cuaca yang berbeda dari Indonesia,” kenang Joko. Namun, rasa lelah itu terbayar lunas saat namanya diumumkan sebagai pemenang.
Tak jauh dari lintasan lari, di bidang teknologi dan inovasi, Semeru Team UM kembali mengukuhkan dominasinya pada ajang Shell Eco-Marathon Asia and Middle East 2026 di Qatar. Tim kebanggaan UM ini berhasil membawa pulang gelar Juara 1 melalui kendaraan Kumbolo Evo-3 pada kategori Prototype Internal Combustion Engine (ICE). Tidak hanya itu, mereka juga mengamankan posisi Juara 3 melalui Akasa Evo-2 untuk kategori Urban ICE.
Dosen pembina Semeru Team, Avita Permanasari, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa kemenangan ini adalah hasil riset kolektif selama satu dekade. “Tim ini telah berevolusi selama sepuluh tahun. Persiapan untuk Qatar sangatlah padat, mulai dari efisiensi bahan bakar hingga aerodinamika kendaraan. Kami bersyukur tradisi juara ini tetap terjaga meski kompetisi di Timur Tengah sangat kompetitif,” jelasnya.
Capaian gemilang ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika UM untuk terus bergerak melampaui batas dan memperkuat posisi UM dalam jajaran universitas kelas dunia (World Class University). (*)




