IDEA JATIM, MALANG – SMK Tumapel Malang menjadi dalah satu dari 26 SMA/SMK Kota Malang dan Kota Batu yang aktif dalam program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP). Program ini dicanangkan oleh Gubernur Jawa Timur. Dilaunching pada Minggu (25/1) kemarin, secara zoom meeting. Kegiatan terpusat di SMK Negeri Plosoklaten Kediri.
Kepala SMK Tumapel Malang, Edi Riyanto S.Pd., SST.Par., MM mengatakan keikutsertaan dalam program ini merupakan bentuk komitmen SMK Tumapel dalam penguatan pangan. Sekolah ini memiliki lahan kosong. Tepat di depan dan samping sekolah.
Bahkan di lahan tersebut juga sudah tumbuh subur beberapa pohon yang rindang. Ada pohon kenitu, pohon sawu dan sebagainya. “Kami dipercaya dan berpartisipasi bergabung di program SIKAP ini. Dari Kota Malang dan Kota Batu ada 26 SMA/SMK baik negeri maupun swasta. Total keseluruhan ada 785 SMA/SMK Jawa Timur yang berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ucap Edi.
Implementasinya, SMK Tumapel menanam aneka jenis sayuran dan umbi-umbian. Mengambil tanaman dengan siklus panen yang relatif cepat. Seperti cabai, tomat, terong dan ubi jalar. “Supaya bisa panen cepat. Tidak menunggu terlalu lama,” imbuhnya.
SMK Tumapel memiliki jurusan Perhotelan dan Kuliner. Adanya tanaman tersebut menjadi sangat berguna untuk bahan ajar siswa. Terutama kuliner. Siswa dapat memanfaatkan hasil tanaman untuk bahan praktik memasak.
“Jadi motovasi kami ingin memanfaatkan lahan kosong ini supaya bermanfaat. Anak-anak menjadi lebih kreatif dan aktif mengembangkan keterampilan memasak tanpa harus menunggu bahan dari luar,” terang Edi.
Acara launching Program SIKAP dihadiri juga Kepala Cabang Dinas Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu, Dr. Hj. Hastini Ratna Dewi, M.Pd. Dia menyampaikan terima kasih SMK Tumapel atas partisipasi pada program ini. Turut hadir Pengawas Dinas Pendidikan, Titin Rahmawati. (*)




