IDEA JATIM, MALANG – Upaya meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat terus digalakkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 10 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) periode 2026. Melalui langkah inovatif, tim mahasiswa memasang papan edukasi bertajuk “Waktu Urai Sampah” di Dusun Wiyu, Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon.
Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman visual kepada warga mengenai bahaya jangka panjang limbah terhadap lingkungan desa.
Inisiatif ini dijalankan oleh Siti Nurhaliza (Ilmu Pemerintahan), Aswin Wiranata (Teknik Sipil), dan Aurelia Daneilla Feriska Putri (Pendidikan Bahasa Inggris). Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Amaliah Nur Adibah, M.P.W.K., program ini menitikberatkan pada penguatan literasi lingkungan. “Kami ingin masyarakat menyadari bahwa sampah yang dibuang hari ini akan berdampak hingga ratusan tahun ke depan,” ujar Amaliah menekankan pentingnya pemahaman konsekuensi ekologis jangka panjang.
Papan edukatif tersebut berfungsi sebagai pengingat permanen dengan menampilkan data ilmiah mengenai durasi penguraian berbagai jenis limbah secara konkret. Informasi yang disajikan mencakup botol plastik yang membutuhkan waktu hingga 500 tahun untuk terurai, kaleng minuman selama 200 tahun, hingga styrofoam yang dikategorikan tidak dapat terurai.
Koordinator KKN, Kevin Dwiky Kurniawan, menjelaskan bahwa visualisasi ini diharapkan menjadi bahan perenungan warga untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. “Kehadiran papan di ruang terbuka memungkinkan pesan lingkungan terus terlihat, sehingga secara perlahan membentuk kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah,” tambahnya.
Kepala Desa Wiyurejo, Mufid Farid, S.H., turut mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai mampu memperkuat pemahaman masyarakat secara praktis. “Harapannya, masyarakat tidak hanya mengetahui, tetapi juga menerapkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab,” ungkap Mufid. Melalui pemasangan papan ini, Desa Wiyurejo diharapkan bertransformasi menjadi desa sadar lingkungan yang lebih bijak.
Mahasiswa juga mengajak warga mulai memilah sampah dari rumah sebagai langkah nyata pasca-edukasi. Seluruh dokumentasi kegiatan pengabdian ini dapat dipantau masyarakat luas melalui akun Instagram dan TikTok @kknberdampak.10wiyurejo sebagai bentuk transparansi publikasi digital. (*)



