IDEA JATIM, MALANG – Luar biasa. Konsisten. Dan berani berbeda. Itulah UKM Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Kencono Wungu Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang. Baru saja mereka membawa kabar gembira : meraih predikat Silver 1 di ajang 11th Brawijaya Choir Festival (BCF), Jumat (6/2).
Nilainya hampir menyentuh angka 80. Tepatnya: 79,00. Ajang ini bukan kelas ecek-ecek. Pesertanya 147 tim. Ada yang kategori solo, ada yang grup. Digelar di gedung Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (UB).
Katanya, festival ini hanya ada lima tahun sekali. Jadi, gengsinya selangit.
Tapi ada yang unik. Sangat unik.
Kencana Wungu tampil di kategori folklore (lagu rakyat). Tapi mereka hanya mengirimkan pasukan wanita. Women only. Tidak ada laki-lakinya.
Kenapa?
Ketua Padusnya, Betty Kristianty, punya jawaban simpel : arahan pelatih. Katanya, tim wanita suaranya lebih mudah diatur. Lebih gampang di-training. Saya tersenyum mendengarnya. Mungkin pelatihnya tahu benar : wanita kalau sudah kompak, harmoni dunia bisa tercipta.
Mereka membawakan tiga lagu. Ada Soleram yang melankolis. Ada Cikala Le Pong dari Batak Pakpak yang enerjik. Dan satu lagu asing berjudul Orde-e.
Persiapannya? Tiga bulan penuh. Tiap hari latihan. Bukan cuma latihan vokal, tapi juga latihan fisik dan mental. Betty—mahasiswi Ilmu Komunikasi asal Sanggau, Kalimantan Barat itu—begitu yakin dengan resepnya : Konsistensi.
Dia juga cerita soal “bonding”. Di Kencono Wungu, tidak ada sekat senior-junior. Semua setara. Junior boleh menegur senior kalau ada yang salah. Transparan. Inilah yang membuat suara mereka menyatu. Hatinya sudah menyatu duluan.
Prestasi ini bukan kebetulan. Tahun 2025 ini saja, mereka sudah borong gelar. Januari lalu dapat Silver di ajang internasional Petra Cantat Surabaya. Lalu juara 1 di Pesparawi se-Jawa Timur.
UNITRI patut bangga. Di tengah gempuran musik modern, anak-anak muda ini masih mau bersusah payah menjaga lagu rakyat. Lewat suara yang disiplin. Majulah Kencono Wungu. Teruslah bernyanyi. Suara wanita memang jarang gagal menggetarkan hati. (*)




