IDEA JATIM, MALANG – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Ainul Yaqin pada Selasa (10/2), saat keluarga besar Universitas Islam Malang (Unisma) berkumpul dalam agenda Haul Akbar Pendiri dan Keluarga Besar Unisma. Momentum ini menjadi istimewa karena kehadiran lengkap perwakilan keluarga para tokoh perintis, mulai dari keluarga KH. Maskur Singosari, KH. Usman Mansur, hingga Prof. Dr. KH. Tolchah Hasan.
Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas kehadiran para ahli waris pendiri tersebut. Menurutnya, kehadiran mereka bukan sekadar seremoni, melainkan suntikan semangat bagi generasi penerus.
”Ini merupakan penghormatan besar bagi kami. Keluarga dari seluruh pendiri hadir, termasuk keluarga pendiri fakultas. Haul ini adalah cara kita mendoakan para perintis dan pengabdi yang telah wafat agar amal jariyah mereka diterima Allah SWT,” ujar Prof. Junaidi dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Prof. Junaidi mengajak seluruh civitas akademika untuk meneladani etos kerja para pendahulu. Ia menekankan bahwa Unisma bisa berkembang pesat seperti sekarang karena fondasi keikhlasan dan semangat syiar Islam melalui pendidikan tinggi yang ditanamkan para pendiri. ”Sebagai generasi penerus, kita memegang amanah besar. Mari kita kuatkan tekad untuk terus mengabdi tanpa pamrih demi kemajuan Unisma,” tegasnya.
Senada dengan Rektor, Ketua Pengurus Yayasan Unisma, Prof. Dr. Ir. H. Agus Sugianto, SP., MP., mengajak seluruh hadirin untuk merefleksikan perjalanan panjang “Kampus Hijau” kebanggaan Nahdlatul Ulama ini. Beliau menekankan bahwa rasa syukur atas pencapaian Unisma saat ini harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata.
”Syukur yang sesungguhnya tidak cukup dengan ritual saja. Harus dibuktikan dengan kerja keras mengawal kampus ini mencapai tujuannya menjadi universitas kelas dunia (world class university),” terang Prof. Agus.
Acara yang dihadiri oleh jajaran Dewan Pengawas, Pembina, Yayasan, serta jajaran pimpinan universitas ini diawali dengan Khatmil Qur’an, pembacaan tahlil, dan surat Yasin. Setelah salat Zuhur berjamaah, acara dibuka dengan lantunan Selawat Nuril Anwar dan ditutup dengan mauidhoh hasanah serta doa yang dipimpin oleh KH. Ihsan Noor, Pengasuh Ponpes Nurul Hikmah Assalafiyah Poncokusumo. (*)



