Berbagi Duafa, Cara Siswa SD Islam Sabilillah Malang 1 Rayakan Nuzululquran

IDEA JATIM, MALANG – Angkanya cantik. Rp46.880.000. Itu baru zakat malnya. Belum yang lain.

​Ada juga zakat fitrah. Totalnya 922 paket. Isinya lengkap: beras, minyak, mie, teh, hingga gula. Plus uang saku. Masih ada lagi: amal siswa Rp31.388.100 dan sedekah pos zakat Rp2.750.000.

​Luar biasa.

​Itulah hasil “panen” kepedulian di SD Islam Sabilillah Malang 1. Semua diserahkan Kamis kemarin (12/3/2026). Di Masjid Sabilillah yang megah itu. Pas momen Nuzululquran.

​Siapa sasarannya? Jelas. Anak yatim. Piatu. Kaum duafa di sekitar sekolah. Juga tetangga para guru dan pegawai. Mereka yang butuh uluran tangan di bulan suci.

​Ibu Izzah, Ketua Panitia Pesantren Ramadan, tampak haru. “Terima kasih atas partisipasi dan amanah Bapak, Ibu, dan Ananda,” ucapnya. Doanya tulus: semoga amal itu diterima Allah SWT.

​Tapi, cerita di balik angka itu yang lebih mahal.

​Tahun ini, Pesantren Ramadan di sana beda. Lebih lama. Tiga minggu. Tidak sekadar duduk, dengar, lalu pulang. Metodenya student active learning. Siswa harus aktif. Harus bergerak.

​Ada lagi yang baru: Ecogreen Ramadan.
​Sekolah ingin siswanya sehat. Sekaligus peduli lingkungan. Ramadan bukan alasan untuk malas. Apalagi nyampah. Puasa harus tetap hijau. Harus tetap segar.

​Kegiatannya pun “beringas”. Ada kirab Ramadan. Lomba Nasyid. Lomba Khat. Sampai ada Duta Ecogreen Ramadan. Keren.

​Yang paling asyik tentu saat buka bersama. Ada pembagian takjil. Ada kultum. Tapi yang ceramah bukan guru. Melainkan siswa sendiri. Mereka dilatih bicara. Dilatih percaya diri. Orang tua pun terlibat lewat Khatmil Quran.

​Inilah pendidikan yang sebenarnya.

​Angka puluhan juta itu penting. Sangat penting. Tapi yang lebih penting adalah prosesnya. Bagaimana siswa belajar untuk tidak menutup mata pada sekitar. Bagaimana mereka belajar bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.

​Ibu Izzah punya harapan besar. Siswa tidak hanya pintar matematika. Tapi punya empati. Punya rasa. “Siswa belajar peduli sesama dan lingkungan. Tetap semangat ibadah meski puasa,” katanya.

​Di Sabilillah, Ramadan bukan sekadar menahan lapar. Tapi menanam karakter. Karakter yang hijau. Karakter yang peduli.

​Mungkin, dari sinilah pemimpin masa depan lahir. Pemimpin Peradaban Dunia. Yang dompetnya tebal oleh prestasi, tapi hatinya lembut oleh subsidi bagi yang lemah.

SDIS… Sukses. Sabilillah, Terus tebar cinta! (*)

Berita Terkini

Polres Pasuruan Siapkan 7 Pos Pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026, Ratusan Petugas Diterjunkan

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Polres Pasuruan menyiapkan tujuh pos pengamanan...

UNITRI dan Jurus Kartu ATM

IDEA JATIM, MALANG - Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang...

Satpolairud Polres Pasuruan Kota Amankan Nelayan Pengguna Jaring Trawl

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud)...

Cara SMANAS Malang Kemas Pondok Ramadan: Dari Film 172 Days Hingga Syiar Takjil

IDEA JATIM, MALANG – Ramadan di SMA Nasional (SMANAS)...
spot_img