IDEA JATIM, MALANG – Luar biasa. Begitulah kesan saya saat mendengar cerita Dayyana Afifa Ahmadah. Namanya cantik, tapi panggilannya singkat saja: Day. Dia siswi kelas 11 di SMA Islam Sabilillah Malang (SMAIS) Boarding School Sistem Pesantren. Tapi jangan salah, di tangannya, festival bernama BEATFEST 2026 ini bukan lagi sekadar acara sekolah biasa.
Ini adalah tahun keempat BEATFEST digelar. Dan Day—yang dipercaya jadi ketua panitia—benar-benar ingin meninggalkan jejak. Kalimatnya pendek-pendek saat menjelaskan tema tahun ini. “Musim salju,” katanya. Makanya dekorasinya serba biru. Ada gunung salju di banner-nya. Tapi di salju itu, ada api yang menyala merah.
Temanya berat. Pakai bahasa Sanskerta: Glasiora Serenata Ardenta Astra. Artinya dalam sekali: Semangat membara dalam kebekuan. Saya membayangkan, meski suhu di Malang lagi dingin-dinginnya, semangat anak-anak SMP/MTs yang ikut lomba ini tidak boleh beku.
Cakupan lombanya juga tidak main-main. Bukan lagi se-Malang Raya. “Se-Jawa,” tegas Day. Bayangkan, anak SMP dari ujung Jawa satu ke ujung lainnya berkompetisi. Ada delapan cabang lomba. Mulai dari pidato, fotografi, sampai banjari.
Yang paling menarik perhatian saya adalah inovasi baru bernama “Bintang BEATFEST”. Ini ide segar dari Ketua OSIS di sana. Konsepnya mirip-mirip idol. Penonton bisa memilih jagoannya. Bayar 5.000 rupiah untuk satu vote. Maksimal tiga kali. Tandanya? Jari dicap, persis seperti habis Pemilu.
BESTFEST yang digelar Minggu (8/2) kemarin ini adalah babak final. Yang datang ke SMA Islam Sabilillah adalah para finalis dari masing-masing lomba. Sebelumnya mereka telah bersaing dengan ratusan peserta secara online di babak penyisihan.
Day ingin semua finalis—yang sudah jauh-jauh datang—merasa dihargai. “Kasihan kalau datang jauh-jauh tidak jadi pemenang,” ujarnya polos.
Dia dan tim panitia ingin memberi panggung. Memberi kepercayaan diri bagi adik-adik kelas SMP-nya bahwa mereka berhak juara. Mereka berhak tampil di depan umum. Karena itu mereka yang tampil di babak final ini, semuanya juara. Juara 1 sampai Harapan 3.
Dari Day dan timnya kita belajar : sebuah acara sekolah, kalau dikelola dengan visi yang besar dan hati yang tulus, bisa menggetarkan satu pulau.
Tentu, apinya harus terus membara. Meski salju sedang turun. (*)




