IDEA JATIM, KOTA BATU – Sebuah insiden memalukan mencoreng kompetisi Liga 4 Jawa Timur 2025/2026 setelah beredar video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang pemain Persekam Kabupaten Malang melayangkan pukulan kepada wasit di tengah pertandingan babak 32 besar. Kamis, (22/1/2026)
Aksi tak terpuji ini terjadi saat tim asuhan Persekam tengah tampil menghadapi Triple S Kediri di Stadion Brantas, Kota Batu dan segera menjadi sorotan netizen serta pecinta sepak bola amatir di seluruh Indonesia.
Dalam rekaman yang ramai dibagikan di platform seperti TikTok dan X, terlihat momen ketika pertandingan berlangsung sengit dan tensi mulai meningkat. Di luar kontrol, seorang pemain Persekam tiba-tiba melayangkan pukulan ke arah wasit tengah bertugas setelah terjadi perselisihan terkait sebuah keputusan. Aksi tersebut langsung menghentikan jalannya laga dan memicu keributan kecil di tengah lapangan.
Rekaman video ini sontak memicu gelombang kecaman dari publik, terutama warganet yang menilai tindakan tersebut sangat tidak pantas dan jauh dari nilai sportivitas yang seharusnya dijunjung dalam dunia olahraga, terutama di kompetisi tingkat grass-roots seperti Liga 4. .
Banyak yang menyebut insiden ini sebagai “puncak dari masalah disiplin” yang belakangan makin sering terlihat dalam pertandingan amatir di Jawa Timur.
Komite Disiplin PSSI Jawa Timur (Jatim) hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi tentang ancaman sanksi yang akan dijatuhkan kepada pemain bersangkutan maupun status hukuman bagi klub Persekam. Namun sumber internal mengungkapkan bahwa kejadian tersebut bisa berujung sanksi berat, mengingat tindakan kekerasan terhadap ofisial pertandingan melanggar prinsip fair play dan aturan disiplin kompetisi.
Laga yang semula direncanakan sebagai momentum penting Persekam dalam persaingan di babak 32 besar segera berubah sorotan utama media setelah video insiden tersebar luas. Beberapa pengamat sepak bola lokal menilai bahwa kompetisi amatir seperti Liga 4 perlu pengawasan lebih ketat dan edukasi nilai sportivitas kepada pemain, pelatih, dan ofisial untuk menghindari kejadian sejenis di masa depan.
Peristiwa ini terjadi hanya beberapa pekan setelah sejumlah insiden keras seperti tendangan kungfu brutal dalam pertandingan lain di Liga 4 Jatim, yang juga viral dan membawa sanksi berat bagi pelaku. (*)




