IDEA JATIM, BATU – MAN Kota Batu sukses menggelar kegiatan Pondok Ramadan 1447 Hijriah yang diikuti seluruh siswa kelas X, XI, dan XII selama lima hari mulai Senin, (23/2/2026) kemarin.
Sebanyak 1.290 peserta didik mengikuti rangkaian materi klasikal, praktik ibadah, hingga aksi sosial sebagai upaya memperkuat karakter religius dan kepedulian sosial.
Kegiatan pesantren Ramadan dilaksanakan secara serentak dengan pembagian lokasi untuk materi klasikal selama tiga hari. Sebanyak 800 siswi mengikuti kegiatan di Aula MAN Kota Batu, sementara 490 siswa putra mengikuti materi di masjid madrasah.
Dalam setiap sesi materi, peserta didik diwajibkan mencatat poin-poin penting pada buku tulis masing-masing. Catatan tersebut dikumpulkan kepada petugas Laskar Ubudiyah sesuai kelas untuk didata, kemudian diserahkan kepada wali kelas di akhir kegiatan Ramadan sebagai bentuk evaluasi dan kontrol pembelajaran.
Agar kegiatan berjalan tertib dan efektif, setiap kelas didampingi guru pendamping serta mahasiswa Asisten Mengajar. Selain itu, sebanyak 10 mahasiswa Asisten Mengajar dari Universitas Negeri Malang turut membantu wali kelas dan Laskar Ubudiyah dalam pembiasaan pagi, mulai dari presensi hingga pelaksanaan salat Dhuhur berjamaah.
Kepala MAN Kota Batu, Drs. H. Farhadi, M.Si menjelaskan, bahwa selama kegiatan, siswa hanya menerima materi, mereka juga menjalani praktik ibadah di akhir sesi yang diuji oleh guru yang telah ditunjuk.
“Model ini kami terapkan untuk memastikan pemahaman tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Farhadi, Kamis, (26/2/2026).
Menariknya, Pondok Ramadan tahun ini juga diisi program refleksi dan aktualisasi bertajuk “Ramadhan Berbagi”, “Ramadhan Daily Activities Video”, dan “Ramadhan in Action”.
Program Ramadhan Berbagi menghasilkan paket parcel yang akan disalurkan kepada dhuafa dan anak yatim/piatu pada puncak Safari Ramadan.
Sementara itu, melalui Ramadhan Daily Activities Video, siswa membuat vlog bertema “Our Ramadhan Daily Activities” yang dikumpulkan melalui tautan khusus.
Adapun Ramadhan in Action menjadi ajang penampilan minat dan bakat siswa sebagai wujud ekspresi positif selama bulan suci.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap Ramadan menjadi momentum pembentukan pribadi yang disiplin, peduli, dan berakhlakul karimah,” jelas Farhadi. (*)




