IDEA JATIM, PASURUAN KOTA – Komitmen mengawal Program Strategis Nasional (PSN) ditunjukkan langsung oleh Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, saat meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahap 2 di Kelurahan Wironini, Kecamatan Purworejo, Jumat (27/2/2026) kemarin.
Peninjauan ini dilakukan setelah rapat koordinasi bersama Forkopimda, sebagai langkah memastikan proyek berjalan sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis. Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Mas Adi didampingi Wakil Wali Kota, Ketua DPRD, Dandim 0819/Pasuruan, Sekretaris Daerah, kepala OPD terkait, hingga camat dan lurah setempat.
Mas Adi menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan bagian dari program prioritas nasional yang harus dikawal bersama. Pemerintah Kota Pasuruan, kata dia, memberikan dukungan penuh agar proyek tersebut selesai tepat waktu dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami bersama Forkopimda dan seluruh stakeholder ingin memastikan PSN di Kota Pasuruan ini berjalan baik dan sesuai rencana. Ini bentuk komitmen kami untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan sekolah yang berlokasi di kawasan Wironini itu dapat rampung pada Juli 2026, sehingga bisa langsung dimanfaatkan pada tahun ajaran baru mendatang. Untuk itu, pihaknya juga meminta kontraktor pelaksana, PT Nindya Karya, terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan seluruh pihak terkait.
“Kalau sesuai target, pada ajaran baru nanti Sekolah Rakyat Tahap 2 di Wironini sudah bisa beroperasi,” tegasnya.
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahap 2 ini dibangun di atas lahan seluas 73.841 meter persegi dengan kapasitas 1.080 siswa yang terbagi dalam 36 rombongan belajar. Proyek yang didanai melalui APBN tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp212,9 miliar.
Berdasarkan kontrak nomor 633/SPK/Gs.19.1/2025 yang ditandatangani pada 15 Desember 2025, masa pelaksanaan proyek berlangsung selama 240 hari kalender, terhitung sejak 25 Desember 2025 hingga 11 Agustus 2026. Dengan pengawalan intensif dari pemerintah daerah, proyek ini diharapkan menjadi tonggak penguatan akses pendidikan berkualitas di Kota Pasuruan. (*)




