Satpol PP Kota Pasuruan Tertibkan PKL Bandel di Area Stasiun dan Pelabuhan, Sempat Diwarnai Perlawanan

PASURUAN, IDEAJATIM.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pasuruan kembali melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang nekat berjualan di kawasan terlarang, khususnya di area stasiun dan pelabuhan, Senin (6/4/2026) pagi.

Penertiban ini dilakukan lantaran para PKL tetap membandel meski telah berulang kali diingatkan. Bahkan, petugas masih menemukan pedagang yang berjualan tepat di bawah banner larangan dengan menggunakan fasilitas seadanya.

Beragam perlengkapan lapak turut diamankan, mulai dari meja, timbangan, bangku, hingga terpal. Tak sedikit pula pedagang yang mendirikan lapak semi permanen dari kayu dan terpal.

Sekretaris Satpol PP Kota Pasuruan, Iman Hidayat, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah memberikan toleransi selama Ramadan 1447 Hijriah. Namun setelah Hari Raya Idul Fitri, para pedagang diminta untuk tidak lagi berjualan di zona terlarang.

“Di stasiun ada tiga rombong yang kami amankan. Kami sudah sering mengingatkan, bahkan berkali-kali, tapi tetap saja melanggar,” ujarnya.

Menurut Iman, sebagian PKL memang sulit ditertibkan karena enggan mematuhi aturan. Bahkan, ada yang tetap bertahan meski sudah diberikan teguran secara persuasif.

Karena tak mengindahkan peringatan, petugas akhirnya mengambil tindakan tegas dengan mengamankan sejumlah barang milik PKL. Total lebih dari sepuluh item diamankan, mulai dari terpal, kayu, hingga bangku.

Tak hanya itu, penertiban juga sempat diwarnai aksi perlawanan dari beberapa pedagang. Mereka berusaha mempertahankan lapak yang menjadi sumber penghidupan.

“Ada yang mengumpat, bahkan sempat mengancam dengan linggis,” ungkap Iman.

Meski demikian, Satpol PP tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap penertiban. Upaya persuasif tetap menjadi langkah awal sebelum tindakan tegas diambil.

Iman menegaskan, penertiban akan terus dilakukan secara rutin demi menjaga ketertiban dan kenyamanan ruang publik, terutama di kawasan vital seperti stasiun dan pelabuhan.

“Kami akan terus memantau. Diawali dengan imbauan, kalau tetap melanggar, ya terpaksa kami tindak,” tegasnya. (*)

Berita Terkini

Pascasarjana Unisma Gandeng UiTM Malaysia untuk Riset dan Penguji Internasional

IDEA JATIM, ​MALANG – Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma)...

Cegah Depresi Mahasiswa, Universitas Brawijaya Luncurkan Sistem Deteksi Dini Berbasis AI

IDEA JATIM, ​MALANG – Universitas Brawijaya (UB) resmi memperkuat...

Guru SD di Pasuruan Jadi Korban Begal Saat Berangkat Mengajar, Motor PCX Raib di Jalan Sepi

PASURUAN, IDEAJATIM.ID – Aksi pembegalan kembali meresahkan warga Kabupaten...

Gunungan 1.000 Durian Warnai Selamatan Desa Kronto Pasuruan, Tradisi Tetap Meriah Meski Panen Menurun

PASURUAN, IDEAJATIM.ID – Pesona durian dari Desa Kronto, Kecamatan...
spot_img