IDEA JATIM, KOTA PASURUAN – Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kota Pasuruan menggelar pasar murah di Taman Kota Pasuruan, belum lama ini.
Program tersebut menjadi langkah strategis untuk menekan inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat melalui penyediaan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Pemerintah Kota Pasuruan menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga dibawah pasaran. Sebanyak 755 sak beras dijual seharga Rp50.000 per kemasan 5 kilogram, jauh lebih murah dibanding harga normal Rp74.500.
Selain itu, gula pasir dipasarkan Rp13.000 per kilogram dari harga biasa Rp17.500, sementara minyak goreng kemasan 1 liter dijual Rp15.000 per botol.
Kegiatan pasar murah ini ditinjau langsung oleh Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, bersama Wakil Wali Kota, M. Nawawi. Keduanya menyapa warga yang mengantri serta berdialog dengan para pedagang di setiap stan.
Tak hanya meninjau, Wali Kota dan Wakil Wali Kota juga membeli sejumlah produk UMKM dan hasil Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), seperti sayuran, telur, susu, dan aneka jajanan. Produk tersebut kemudian dibagikan kepada warga sebagai bentuk kepedulian pemerintah.
Adi Wibowo menegaskan, pasar murah merupakan langkah konkret Pemkot Pasuruan dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadhan.
“Yang dijual hari ini ada beras, minyak, gula, serta hasil pertanian dari KRPL. Ini untuk mengantisipasi kenaikan harga dan inflasi menjelang Ramadhan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu, (14/2/2026)
Ia juga menghimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Menurutnya, stok kebutuhan pokok di Kota Pasuruan masih dalam kondisi aman dan mencukupi.
“Kami terus memantau distribusi dan ketersediaan barang. Insyaallah kebutuhan pokok tetap aman,” tegasnya.
Salah satu warga Kecamatan Gadingrejo mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Harga beras dan gula yang lebih rendah dinilai sangat meringankan beban rumah tangga.
“Kami berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, sekaligus menciptakan suasana Ramadan yang lebih tenang dan kondusif dari sisi ekonomi. (*)



