IDEA JATIM, PASURUAN – Kebun Raya Purwodadi di Kabupaten Pasuruan menawarkan pengalaman wisata alam yang sejuk, edukatif, dan menenangkan, dengan koleksi lebih dari 10 ribu spesimen tanaman dari berbagai daerah di Indonesia.
Di tengah padatnya aktivitas dan hiruk-pikuk perkotaan, Kebun Raya Purwodadi hadir sebagai ruang hijau yang menawarkan ketenangan sekaligus pengetahuan. Berada di wilayah Kabupaten Pasuruan, destinasi ini menjadi pilihan tepat bagi masyarakat yang ingin bersantai sambil belajar mengenal kekayaan flora nusantara.
Dengan luas mencapai sekitar 85 hektar, Kebun Raya Purwodadi menyuguhkan hamparan pepohonan rindang dan kawasan konservasi yang tertata rapi. Setiap sudut kawasan dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Beragam taman tematik dapat ditemukan di kawasan ini. Mulai dari Taman Meksiko, Taman Bambu, Palem, Taman Obat, Bougenville, hingga Taman Akuatik. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Taman Evolusi, yang mengajak pengunjung menelusuri perjalanan tumbuhan dari masa ke masa, sejak lumut hingga tanaman berbunga.
Kebun raya ini juga menyimpan berbagai tanaman langka dan berusia ratusan tahun. Seluruh koleksi tersebut dirawat secara intensif oleh tim profesional, sehingga tetap terjaga kualitas dan kesehatannya.
General Manager Kebun Raya Purwodadi, Geri Barnas Saputra, mengatakan bahwa kawasan ini menjadi pusat koleksi tanaman biji-bijian dataran rendah terlengkap di Indonesia.
“Lebih dari 10 ribu spesimen dan sekitar 2.000 jenis tumbuhan kami lestarikan di sini, termasuk mahoni, kamper, dan tanaman khas lainnya,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Ia menambahkan, tim khusus secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan pohon untuk memastikan seluruh tanaman tumbuh optimal.
“Setiap hari kami melakukan pemantauan agar kondisi tanaman tetap sehat,” jelasnya.
Dengan komitmen kuat pada konservasi dan edukasi, Kebun Raya Purwodadi terus dikembangkan sebagai destinasi wisata botani yang ramah keluarga, pelajar, dan wisatawan umum.
“Pengunjung bisa menikmati udara segar, belajar tentang tanaman, sekaligus melepas penat. Suasananya nyaman, inklusif, dan bersahabat,” pungkas Geri.(*)




