IDEA JATIM, PASURUAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perdana resmi dibagikan kepada masyarakat di Posyandu Kejapanan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (27/12/2025) kemarin.
Sebanyak 151 paket MBG disalurkan khusus untuk ibu menyusui sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi dan kesehatan ibu serta anak. Program ini disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kejapanan.
Sejak siang, ratusan ibu menyusui tampak antusias mendatangi lokasi posyandu.
Mereka mengantri dengan tertib sambil membawa wadah makan masing-masing.
Kebijakan membawa wadah sendiri diterapkan karena keterbatasan tempat, sehingga MBG tidak dikonsumsi di lokasi, melainkan dibawa pulang untuk dinikmati di rumah.
Paket MBG yang dibagikan berisi menu bergizi seimbang yang disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi ibu menyusui. Menu tersebut terdiri dari nasi putih, ayam katsu sebagai sumber protein hewani, sayuran segar, keripik sagu, serta buah anggur sebagai pelengkap vitamin dan serat.

Menu ini diharapkan dapat membantu mencukupi kebutuhan energi dan gizi harian ibu menyusui.
Salah satu penerima MBG, Itak, mengaku senang dan bersyukur bisa merasakan langsung program pemerintah tersebut. Menurutnya, bantuan ini sangat bermanfaat, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
“Alhamdulillah, senang sekali bisa dapat MBG. Menunya lengkap dan bergizi. Ini sangat membantu kami, apalagi untuk ibu menyusui,” ujar Itak.
Petugas dari SPPG Kejapanan menjelaskan bahwa pembagian MBG perdana ini menjadi langkah awal implementasi program gizi di wilayah tersebut.
Meski sempat terjadi antrean panjang akibat tingginya antusiasme warga, proses distribusi berjalan lancar dan kondusif berkat kerja sama antara petugas dan masyarakat.
Program MBG menyasar kelompok rentan, khususnya ibu menyusui, sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Melalui pemenuhan gizi seimbang, program ini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menekan risiko stunting sejak dini.
Ke depan, SPPG Kejapanan berencana melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan perdana ini, termasuk terkait teknis distribusi dan kapasitas lokasi.
Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan agar program MBG berikutnya dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. (*)




