IDEA JATIM, PASURUAN – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar pasar murah di Kota Pasuruan untuk menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga sembako menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Program ini ditinjau langsung Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (17/2/2026).
Kegiatan pasar murah kali ini dipusatkan di halaman Masjid Al-Ikhlas, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo. Sejak sore hari, warga tampak mengantri untuk mendapatkan sembako dengan harga lebih terjangkau.
Pasar murah tersebut menjadi agenda kedua Pemprov Jatim di Kota Pasuruan sepanjang tahun 2026. Berbagai kebutuhan pokok dijual di bawah harga pasar, mulai dari beras, telur, minyak goreng, hingga bahan dapur.
Salah satu warga, Latifah (51), mengaku sangat terbantu dengan program ini.
“Saya beli beras dan telur karena lebih murah. Kalau di pasar harganya sudah naik,” ujarnya.
Kepala Disperindag Jawa Timur, Dr. Iwan, mengatakan pasar murah merupakan langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Kami sudah melaksanakan di 14 kabupaten/kota. Harga akan terus kami pantau untuk intervensi lanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan, stok bahan pokok di Jawa Timur masih aman. Namun, pemerintah tetap melakukan antisipasi terhadap komoditas yang rawan naik, seperti telur dan daging ayam.
Dalam pasar murah ini, telur ayam ras dijual Rp22.000 per kilogram, beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, serta berbagai bahan pokok lainnya dengan harga subsidi.
Melalui program ini, Pemprov Jatim berharap mampu menjaga stabilitas pangan dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama Ramadan 1447 Hijriah. (*)



